
Mesuji (SL)-Pengerjaan penimbunan bahu jalan di ruas Jalan Lintas Timur, jalur Simpang Asahan sampai Simpang Pematang, termasuk pemasaangan Talud, yang di kerjakan oleh CV. Jaya Kontruksi, di duga dikerjakan asal asalan. Bahkan hal itu menjadi cibiran dan perbincangan warga yang melintas hingga warga lokasi proyek.

Penimbunan bahu jalan dengan menggunakan tanah dicampur batu yang menimbulkan debu berlebihan, padahal sebelumnya, jalan yang di timbun tidak menimbulkan debu di karenakan sudah di hamparkan pasir batu. Sedangkan pembangunan talud yang ada di beberapa titik di ruas jalan lintas timur di duga asal jadi dengan kualitas memprihatinkan.
Menurut warga Simpang Pematang Riken, proyek itu dikerjakan dari pekerjaan leh CV Jaya Kontruksi. “Penimbunan ruas jalan lintas timur ini menimbulkan dampak negatif bagi kami warga sekitar, bagai mana tidak, jalan yang seharusnya sudah tidak berdebu tapi sekarang malah jadi gumpalan debu, apalagi sekarang musim panas, bagai mana jika di musim hujan!? Tentu jadi becek, karena di timbun menggunakan tanah,” kata Riken, kesal.

Riken berharap pekerjaan proyek juga harus memimkirkan dampak warga sekitar, jangaan hanya melulu mengejar keuntungan, tapi mengabaikan kualitas dan lingkungan. “Kami berharap, jika memang ada pengerjaan proyek seperti itu, ya tolong di perhatikan dampak nya bagi warga sekitar,” ungkap Riken
Riken juga meminta Dinas PUPR Propinsi Lampung dapat turun kelokasi untuk mengecek pekerjaan yang di keluhkan warga Mesuji itu. “Ini belum musim penghujan, kalau sudah musim hujan bahu jalan yang di timbun dengan tanah pasti becek sekali,” tutur Riken
Sementara keterangan salah satu pengawas lapangan dari CV Jaya Kontruksi , Abdul kepada wartawan mengatakan bahwa pekerjaan itu memang sudah sesuai dengan juknis. “Itu bukan tanah mas, itu bes S namanya. Itukan ada tiga macam jenis, ada Bes A, Bes B, Bes C, dan Bes S yang kita pake ini adalah Bes S yang kwalitasnya paling rendah dan Bes S ini sudah di uji di lab di kantor kita yang ada di wilayah Penawar, Kabupaten Tulang Bawang.” kata Abdul. (AAN.S)