
Tanggamus (SL)-Kemeriahan dalam proses belajar mengajar, tak nampak di SMP Negeri Satu atap Pematang Sawah Pekon Pesanguan, Kecamatan Pematang Sawah, Kabupaten Tanggamus. Kegembiraan yang dimiliki siswa-siswi sekolah itu terenggut oleh rasa cemas akan kondisi ruang kelas yang rawan ambruk. Kamis, (17/1/2019).

sinarlampung.com, mengunjungi SMP Negeri Satu Atap, yang selain harus melintasi jalan yang rusak, juga dengan diimbangi dengan sekolah yang tak terawat. Entah dimana pemerintah, Dinas pendidikanm Dana Bos, Bantuan APBD, dan lain lain itu. Lokasi yang terpencil, bak pengungsian yang terisolir.
Data sekolah menyebutkan, Kelas 1 ada 7 siswa, Kls 2 ada 12 siswa, dan Kls 3 ada 14 siswa, dengan total jumlah 33 siswa. Sekolah mulai beroprasi 2008, tidak ada gunu PNS, karena gurunya honor semua. Hanya kepala sekolah saja yang PNS. “Ya kendalanya akses jalan cukup memprihatinkan, sulit, semuanya sulit. Ya mau apa lagi pak, kami ini cuma menjalankan kewajiban, lain lain diluar kemampuan kami,” kata salah seorang guru disana.

Sri winarni, salah satu guru pengajar disana mengatakan, ruang kelas yang nyaris ambruk adalah hampir setiap ruang kelas. Selain atap yang sudah ambrol, kusen pintu dan jendela, lapuk dimakan rayap. Bahkan rak buku dan sejumlah buku mapel juga rusak.

Minimnya ruang kelas, sempat membuat tiga ruang kelas itu untuk ditempati Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Namun karena khawatir, tenaga pendidik dan anak didik menjadi korban jika ruangan roboh, maka proses KBM dipindahkan ke ruangan yang lebih layak. “Kami ketar-ketir saat KBM berlangsung tetapi turun hujan deras. Kami khawatir atapnya ambruk,” ujarnya. (Wagiman)