
Lampungselatan, sinarlampung.co – Diduga akibat dampak aktivitas produksi pabrik sabut kelapa PT Indo Thai Coco, lingkungan permukiman warga di Dusun Bumi Jawa, Desa Tarahan, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan, mengalami pencemaran. Sekitar 20 sumur milik warga dilaporkan tercemar limbah cair, bahkan alirannya diduga kuat dibuang hingga ke perairan laut sekitar.
Kondisi memprihatinkan ini diungkapkan warga telah berlangsung selama hampir dua bulan. Air sumur yang biasanya digunakan warga untuk mandi, mencuci, hingga konsumsi harian, kini berubah warna menjadi kuning kecokelatan serta mengeluarkan bau busuk yang menyengat.
Salah seorang warga Dusun Bumi Jawa, Rohim, menegaskan bahwa warga memiliki bukti kuat berupa dokumentasi foto dan video yang memperlihatkan aliran limbah cair berasal dari area operasional PT Indo Thai Coco.
“Ada sekitar 20 sumur warga yang tercemar, sudah hampir dua bulan kondisi ini berlangsung. Air sumur berubah menjadi kuning kecokelatan dan baunya sangat busuk. Kami geram karena sumur ini biasa kami pakai untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Rohim kepada wartawan, Sabtu (3/10/2026).
Rohim menambahkan, warga sebelumnya telah berulang kali menyampaikan protes dan keluhan langsung kepada manajemen perusahaan. Namun, pihak perusahaan dinilai acuh dan membiarkan persoalan tersebut berlarut-larut.
“Sebelumnya kami sudah sering protes, tetapi tidak pernah direspons dan dianggap angin lalu saja oleh pihak perusahaan. Padahal, selain mencemari sumur kami, mereka juga buang limbahnya secara terang-terangan ke laut,” ujarnya.
Mewakili warga terdampak, Rohim mendesak pemerintah desa, pihak kecamatan, hingga dinas terkait di lingkungan Pemkab Lampung Selatan untuk segera turun ke lapangan. Warga meminta instansi berwenang melakukan inspeksi mendadak (sidak), mengambil sampel air guna pengujian laboratorium, serta mengusut tuntas dugaan pembuangan limbah tersebut.
“Kami meminta pertanggungjawaban secara serius dari pihak perusahaan. Kami juga berharap pemerintah desa, kecamatan, hingga dinas Pemkab Lampung Selatan turun langsung melihat kondisi di lokasi dan mencarikan solusi konkrit untuk warga,” tegasnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak manajemen PT Indo Thai Coco belum dapat dimintai konfirmasi terkait tuduhan pencemaran lingkungan yang dikeluhkan oleh warga setempat. (Red)