
Tanggamus, sinarlampung.co –Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus menggunakan pembiayaan senilai Rp65 miliar melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau PT SMI untuk pembangunan infrastruktur kembali dipertanyakan masyarakat.
Rencana tersebut sebelumnya disebut akan diarahkan untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur, termasuk 13 ruas jalan dan dua jembatan di sejumlah wilayah Kabupaten Tanggamus.
Namun, hingga kini masyarakat mengaku belum melihat adanya realisasi pembangunan dari program tersebut. Bahkan, sejumlah titik disebut telah dilakukan pengukuran sekitar tiga bulan lalu, tetapi pekerjaan fisik belum terlihat.
“Pertanyaan kami, perbaikan dan pembangunan infrastruktur yang masuk pembiayaan pinjaman dari PT SMI itu ruas mana saja yang akan menjadi sasaran pembangunan, pemeliharaan serta kapan pekerjaan tersebut benar-benar direalisasikan. Hingga hari ini belum ada kepastian,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan, Senin (17/8/2026).
Salah satu wilayah yang menjadi perhatian masyarakat berada di Kecamatan Cukuh Balak, termasuk Pekon Kacamarga dan Pertiwi. Warga juga menyoroti rencana pembangunan Jembatan Tanjung Raja-Tanjung Jati yang hingga kini disebut belum terealisasi.
Masyarakat mempertanyakan kembali janji pembangunan yang sebelumnya telah disampaikan pemerintah. Mereka berharap rencana pembiayaan tersebut tidak berhenti pada tahap perencanaan maupun pengukuran semata.
“Kami bukan menolak pembangunan. Justru kami mendukung. Tetapi masyarakat ingin mengetahui kapan janji pembangunan itu direalisasikan dan ruas jalan mana yang masuk dalam program pembiayaan Rp65 miliar tersebut,” ujar warga lainnya.
Menurut masyarakat, persoalan tersebut bukan semata mengenai pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut keterbukaan informasi mengenai pembiayaan daerah.o
Warga menilai pemerintah perlu memberikan penjelasan secara terbuka mengenai daftar 13 ruas jalan dan dua jembatan yang masuk program, nilai anggaran masing-masing pekerjaan, sumber pembiayaan, pelaksana pekerjaan, jadwal pelaksanaan hingga progres pembangunan.
Hal itu dinilai penting karena pembiayaan daerah dalam jumlah besar pada akhirnya menjadi bagian dari kewajiban daerah yang harus dikelola dan dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan.
Terlebih, masyarakat di sejumlah wilayah masih menghadapi persoalan akses jalan dan jembatan yang dinilai membutuhkan perhatian pemerintah.
OKecamatan Cukuh Balak menjadi salah satu wilayah yang kembali disorot. Warga Pekon Kacamarga dan Pertiwi berharap rencana pembangunan yang sebelumnya disampaikan benar-benar direalisasikan, mengingat infrastruktur tersebut berkaitan langsung dengan mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Pertanyaan masyarakat kini mengarah pada realisasi pembiayaan Rp65 miliar tersebut.
“Jika pembiayaan sudah direncanakan, kapan pekerjaan dimulai? Ruas mana saja yang masuk? Dan sejauh mana prosesnya saat ini?” tanya warga.
Pemkab Tanggamus diharapkan segera memberikan penjelasan resmi mengenai status pembiayaan melalui PT SMI sekaligus perkembangan pembangunan 13 ruas jalan dan dua jembatan yang sebelumnya disebut menjadi bagian dari program tersebut.
Kejelasan tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak terus berada dalam ketidakpastian mengenai rencana pembangunan yang telah dijanjikan. (Red)