
Tanggamus, sinarlampung.co –Desa Putihdoh, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, ditetapkan sebagai salah satu dari 16 desa sasaran Program Desa Wisata Berbudaya Lampung berdasarkan Keputusan Gubernur Lampung Nomor: G/320/V.20/HK/2026.
Program yang diinisiasi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam upaya melestarikan adat, budaya, dan kesenian masyarakat adat Lampung yang selama ini dinilai mulai tergerus perkembangan zaman.
Salah seorang tokoh adat Desa Putihdoh, Raja Paksi, menyambut baik kebijakan tersebut. Menurutnya, perhatian pemerintah provinsi terhadap masyarakat adat merupakan langkah yang patut diapresiasi.
“Ini kali kedua gubernur memberi atensi kepada masyarakat lokal. Tahun lalu beliau menerbitkan Instruksi Gubernur Nomor 4 Tahun 2025 tentang Hari Kamis Beradat, di mana setiap Kamis seluruh instansi pemerintah dan lembaga pendidikan diwajibkan menggunakan bahasa Lampung serta mengenakan batik khas Lampung. Namun, sampai saat ini pelaksanaannya belum terlihat hasilnya,” kata Raja Paksi, Sabtu (18/7/2026).
Ia berharap Program Desa Wisata Berbudaya Lampung tidak berhenti sebatas kebijakan di atas kertas, tetapi benar-benar diwujudkan secara berkelanjutan.
“Program ini jangan hanya hangat-hangat tahi ayam. Ini sangat berarti bagi masyarakat lokal dalam mempertahankan jati dirinya. Masyarakat harus dilibatkan secara langsung karena mereka merupakan pelaku utama dalam program ini,” ujarnya.
Senada dengan itu, Pimpinan Adat Sebatin Mandawasa, Dalom Surya Dilangga, menegaskan pentingnya keterlibatan para penyimbang adat dalam setiap tahapan pelaksanaan program.
“Dalam program ini hendaknya para penyimbang adat di sini selaku pemangku kepentingan wajib dilibatkan apa pun dalihnya. Tidak dibenarkan pelaku datang dari luar masyarakat lokal. Kalau ini sampai terjadi, sangat menyedihkan karena masyarakat lokal hanya menjadi penonton di tengah riuhnya adat budaya suku lain di Provinsi Lampung yang sangat kita cintai ini,” tegasnya.
Menurut para tokoh adat, keberadaan Program Desa Wisata Berbudaya Lampung diharapkan mampu menjadi momentum kebangkitan budaya Lampung, baik dari sisi bahasa, aksara, seni, maupun tradisi adat.
Mereka juga berharap penguatan budaya lokal dapat berjalan berdampingan dengan keberagaman budaya yang telah berkembang di Provinsi Lampung, sehingga masyarakat adat tetap menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri tanpa mengesampingkan nilai-nilai akulturasi yang telah lama tumbuh di Sai Bumi Ruwa Jurai. (Masda)