
BANTAENG, sinarlampung.co– Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) perempuan berinisial LN di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan, diduga menjadi korban penganiayaan brutal di jalan raya. Pelaku penganiayaan tersebut disinyalir merupakan istri dari Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bantaeng.
Insiden tragis tersebut dilaporkan terjadi di pertigaan lampu merah dekat Kantor Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Bantaeng pada Senin (29/6/2026) malam. Saat kejadian, korban diketahui masih mengenakan seragam dinas lengkap.
Berdasarkan keterangan seorang saksi mata di lokasi kejadian, aksi penganiayaan tersebut berlangsung beringas di tepi jalan sebelum akhirnya korban diseret oleh pelaku.
”Yang jelasnya itu toh saya dari arah Panaikang, dari jauh ku lihat memang mi ditarik, nda ku tahu dari mana. Yang jelas waktu ditarik itu nda pakai jilbab dan rambutnya dijambak, tapi masih pakai baju dinas,” ujar saksi mata yang melihat insiden tersebut dari kejauhan, Kamis (2/7/2026).
Di tengah kepanikan, korban LN sempat berulang kali berteriak histeris meminta bantuan kepada pengguna jalan yang melintas. Korban bahkan sempat meraih tangan saksi sambil memohon perlindungan.
”Tolong saya, tolong saya!” teriak LN sambil memegang tangan saksi di lokasi.
Bukannya mereda, pelaku justru membentak warga sekitar dan melarang siapa pun untuk mengintervensi aksinya dengan berteriak, “Jangan ikut campur, bukan urusan mu!”
Plt Kadis Dikbud Bungkam
Hingga berita ini diterbitkan, polemik dugaan penganiayaan yang menyeret nama keluarganya tersebut belum mendapat klarifikasi resmi dari pihak instansi terkait.
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bantaeng, M. Yusuf, memilih bungkam saat dikonfirmasi. Awak media dilaporkan telah berulang kali mencoba menghubungi nomor telepon selulernya, namun yang bersangkutan sama sekali tidak memberikan respons ataupun jawaban. (Red)