
Pesawaran, sinarlampung.co – Sejumlah warga Desa Gunung Sari, Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, menyoroti pelaksanaan pembangunan Revitalisasi Sekolah melalui mekanisme swakelola pada P2SP SMP Raden Pattah yang bersumber dari APBN dengan nilai anggaran sebesar Rp1.012.976.000.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari masyarakat sekitar, proyek tersebut diduga dikerjakan tanpa keberadaan konsultan pengawas atau direksi lapangan yang semestinya melakukan pengawasan secara rutin terhadap mutu pekerjaan, memastikan pelaksanaan sesuai gambar kerja, spesifikasi teknis, serta mengawasi kualitas material dan metode pelaksanaan di lapangan.
Selain itu, warga juga mempertanyakan proses pelaksanaan pekerjaan karena terdapat dugaan sebagian pekerja merupakan santri yang sedang menempuh pendidikan di lingkungan sekolah tersebut. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian agar pelaksanaan pembangunan tetap memenuhi ketentuan teknis, keselamatan kerja, dan standar kualitas konstruksi.
Warga juga mengaku memperhatikan pekerjaan pondasi yang dinilai relatif dangkal. Bangunan dengan ukuran sekitar 9 x 27 meter tersebut, menurut informasi masyarakat setempat, akan dibagi menjadi tiga ruang kelas yang nantinya digunakan sebagai tempat proses belajar mengajar.
Masyarakat berharap pembangunan yang menggunakan anggaran negara tersebut benar-benar dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis dan ketentuan yang berlaku sehingga menghasilkan bangunan yang kokoh, aman, dan layak digunakan oleh para siswa dalam jangka panjang.
“Kami hanya berharap bangunan sekolah ini dikerjakan dengan baik, sesuai standar, karena nantinya akan dipakai anak-anak untuk belajar. Jangan sampai pengerjaannya hanya asal jadi,” ujar salah seorang warga setempat.
Warga juga meminta instansi terkait untuk melakukan pengawasan secara maksimal terhadap pelaksanaan proyek revitalisasi tersebut, termasuk memastikan seluruh tahapan pekerjaan memenuhi ketentuan teknis dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga tujuan pembangunan untuk meningkatkan kualitas sarana pendidikan benar-benar tercapai.
Tidak ada yang dapat memberikan keterangan resmi dilokasi Hanya ada pekerja dan tidak dapat memberikan keterangan Apapun ,Saat ini Media ini masih melakukan upaya konfirmasi ke pihak sekolah. (*)