
PESAWARAN, sinarlampung.co – Sebuah gudang yang diduga menjadi tempat penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal di kawasan Jalan Baru, Desa Kurungan Nyawa, Kecamatan Gedung Tataan, Kabupaten Pesawaran, ludes terbakar pada Rabu 18 Maret 2026 malam.
Insiden ini memicu sorotan publik setelah muncul dugaan keterlibatan oknum anggota kepolisian Satgas Brimob dan mobil pertakina dalam praktik bisnis gelap tersebut.
Kebakaran hebat yang terjadi tepat di belakang pabrik es arah Tugu Coklat ini diduga kuat menjadi lokasi pengoplosan BBM. Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, aktivitas di gudang tersebut kerap melibatkan kendaraan tangki “Merah Putih” milik PT Pertamina.
Dugaan keterlibatan aparat penegak hukum mencuat dengan munculnya dua inisial anggota Polri, yakni EV yang diduga sebagai pemilik atau pengelola, dan A yang berperan sebagai penjaga gudang tersebut.
Masyarakat mendesak Kapolres Pesawaran dan Kapolda Lampung untuk mengusut tuntas kasus ini hingga ke akar sindikatnya. Selain itu, pihak Pertamina Patra Niaga juga diminta melakukan investigasi internal terkait masuknya tangki resmi ke gudang ilegal tersebut.
Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, S.I.K., M.H., membenarkan adanya peristiwa kebakaran serta dugaan keterlibatan anggota Polri dalam kasus ini.
”Anggota berinisial EV yang diduga terlibat saat ini sedang menjalani pemeriksaan mendalam oleh Propam Polda Lampung. Jika terbukti bersalah, kami pastikan akan ada tindakan tegas,” ujar Kombes Pol Yuni saat dikonfirmasi via WhatsApp, Kamis 19 Maretv2026.
Pihak kepolisian berjanji akan transparan dalam menangani kasus ini untuk memastikan tidak ada tempat bagi oknum yang mencederai integritas institusi.
Oknum Anggota Brimob
Komandan Satuan Brimob Polda Lampung Kombes Yustanto Mujiharso membenarkan adanya kebakaran, sekaligus memastikan proses penanganan internal tengah berjalan. “Anggota yang diduga terkait sudah diperiksa oleh Propam Polda Lampung,” kata Yustanto saat dikonfirmasi, Jumat 20 Maret 2026.
Ia mengungkapkan, oknum tersebut berinisial EL dengan pangkat Aipda. Pihaknya menegaskan akan menindak tegas jika terbukti terjadi pelanggaran. “Kami meminta maaf atas kejadian ini. Apabila ada keterlibatan personel Brimob dan terbukti, akan kami tindak tegas sesuai aturan,” tegasnya.
Dilokasi kebakaran, ledakan terdengar beberapa kali, diduga berasal dari tangki dan tandon berisi BBM. Suasana tegang di Dusun Kurungan Nyawa, Kabupaten Pesawaran, mendadak mencekam pada Rabu 18 Maret 2026 malam
Tim pemadam kebakaran yang menerima laporan langsung bergerak ke lokasi. Namun saat tiba, api sudah dalam kondisi membesar sehingga proses pemadaman berlangsung dramatis.
Komandan Regu (Danru) Jaga Damkar Pesawaran, Diki Zulkarnaen, mengatakan laporan diterima sekitar pukul 21.45 WIB. “Setibanya di lokasi, api sudah besar dan langsung kami lakukan pemadaman,” ujarnya.
Petugas mengerahkan dua unit mobil pemadam dari Pesawaran serta satu unit bantuan dari Lampung Selatan, dengan total 11 personel. Kebakaran tidak hanya melahap bangunan, tetapi juga satu unit mobil tangki serta puluhan tandon yang diduga berisi solar.
“Beberapa kali terjadi ledakan dari dalam tangki. Api sempat padam, namun kembali membesar karena masih ada sisa bahan bakar,” kata Diki.
Di area gudang, petugas menemukan banyak tandon dan drum yang tersebar, bahkan sebagian disembunyikan di semak-semak. Saat kejadian, lokasi dalam kondisi tertutup dan tidak ditemukan penjaga.
Api sempat menjalar ke area luar akibat ceceran solar, sehingga proses pendinginan dilakukan hingga dini hari guna mencegah kebakaran susulan.
Menurut kesaksian warga di lokasi, api diduga kuat berasal dari sebuah mobil tangki bermuatan solar yang berada di dalam area gudang.
Dalam hitungan menit setelah dentuman keras terdengar, api langsung membumbung tinggi dan melahap seluruh bangunan, memicu kepanikan luar biasa.
”Awalnya terdengar ledakan sangat keras, setelah itu api langsung membesar. Kami semua panik dan berusaha menjauh dari lokasi untuk menyelamatkan diri,” ujar IZ (40), salah seorang warga Perumahan Bandar Penengahan yang bermukim tak jauh dari lokasi kejadian.
Informasi di tengah masyarakat yang menyebutkan bahwa gudang tersebut diduga milik salah satu oknum anggota Brimob Polda Lampung. Tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun total kerugian materiil. Petugas pemadam kebakaran bersama aparat kepolisian masih berjibaku di lapangan untuk memastikan api benar-benar padam dan mengamankan area sekitar agar tetap kondusif.
Insiden ini memicu keresahan warga terkait legalitas dan keamanan aktivitas penyimpanan BBM di area permukiman. Masyarakat mendesak pihak berwenang untuk segera melakukan penyelidikan menyeluruh guna mengungkap penyebab pasti kebakaran serta status kepemilikan gudang tersebut.
Warga berharap ada pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas serupa guna mencegah terjadinya bencana yang lebih besar di masa mendatang, mengingat risiko tinggi yang membayangi keselamatan penduduk sekitar. (Red)