
WAY KANAN, sinarlampung.co – Kementerian Koperasi Republik Indonesia menunjukkan komitmen nyata dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui peninjauan langsung pembangunan Gerai Koperasi Desa/Kelurahan (KDK) Merah Putih di Kabupaten Way Kanan, Selasa 10 Maret 2026.
Staf Khusus Menteri Koperasi Bidang Pengembangan Koperasi Desa, Ambar Pertiwiningrum, hadir memimpin tim untuk memantau progres fisik dan kesiapan operasional gerai yang diproyeksikan menjadi motor penggerak ekonomi desa tersebut.
Dalam pemantauan tersebut, Ambar memberikan apresiasi atas capaian signifikan di wilayah Way Kanan. Tercatat, dua desa telah berhasil merampungkan pembangunan gerai hingga 100 persen, yakni:
Kampung Bandar Dalam, Kecamatan Negeri Agung.
Kampung Bumi Ratu, Kecamatan Umpu Semenguk.
Capaian ini dinilai sebagai buah manis dari sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Kabupaten Way Kanan, hingga aparatur desa dan pengurus koperasi di tingkat bawah.
“Kehadiran Gerai KDK Merah Putih ini diharapkan bukan hanya sekadar bangunan fisik, melainkan pusat kegiatan ekonomi yang nyata manfaatnya bagi anggota koperasi dan masyarakat sekitar,” ujar tim kementerian di sela peninjauan.
Tak hanya melihat kondisi bangunan, tim Kementerian Koperasi bersama perwakilan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) juga berdialog langsung dengan para pengurus koperasi. Dialog ini bertujuan untuk:
Memastikan standar pengelolaan gerai sesuai dengan regulasi kementerian.
Mengidentifikasi tantangan dan kebutuhan mendesak di tingkat lapangan.
Mendorong percepatan bagi desa-desa lain yang pembangunannya masih berjalan.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Way Kanan melalui Dinas Koperasi dan UMKM, Dandim 0427 Way Kanan, serta unsur pimpinan kecamatan setempat.
Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih di Way Kanan merupakan langkah strategis untuk memperpendek rantai distribusi komoditas lokal dan menyediakan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga bersaing. Dengan rampungnya gerai di Bandar Dalam dan Bumi Ratu, Kabupaten Way Kanan kini memiliki pilot project (proyek percontohan) bagi pengembangan koperasi desa di wilayah Provinsi Lampung. (Red)