
Pesisir Barat, sinarlampung.co – Hujan deras disertai angin kencang yang menerjang Pekon Labuhan Mandi, Kecamatan Way Krui, Kabupaten Pesisir Barat, Kamis malam (26/2/2026) sekitar pukul 20.30 WIB, melumpuhkan jalur nasional Liwa-Krui. Sebatang pohon berukuran besar tumbang, menimpa rumah warga sekaligus merobohkan tiang listrik hingga menyebabkan pemadaman total di sebagian besar wilayah Pesisir Barat.
Peristiwa terjadi di ruas strategis Jalan Lintas Liwa-Krui yang selama ini menjadi urat nadi mobilitas warga dan distribusi barang. Pohon besar yang diduga sudah tua roboh diterjang angin kencang, menghantam sebuah rumah warga hingga mengalami kerusakan berat.
Selain merusak bangunan, tumbangnya pohon juga menjatuhkan tiang listrik. Kabel utama milik PLN terkulai melintang di badan jalan dan sempat memercikkan api, membuat arus lalu lintas dari arah Liwa menuju Krui maupun sebaliknya lumpuh total. Kondisi tersebut sekaligus menyebabkan aliran listrik di wilayah Kabupaten Pesisir Barat padam menyeluruh.
Situasi sempat membuat warga cemas. Kabel listrik yang diduga masih bertegangan membentang di tengah jalan, memunculkan kekhawatiran akan potensi korban jiwa jika tidak segera ditangani.
Samsul (50), warga setempat, mengatakan kejadian tersebut menjadi peringatan serius bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang jalur lintas. Ia meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah antisipasi dengan mendata dan menebang pohon-pohon tua yang berpotensi tumbang.
“Kami minta pemerintah daerah segera bertindak. Banyak pohon tinggi yang sudah tua dan tidak produktif berdiri dekat rumah warga dan di pinggir jalan lintas. Kalau hujan angin seperti tadi malam, sangat berbahaya. Tadi saja sudah ada rumah rusak berat tertimpa pohon,” tegas Samsul.
Penanganan darurat segera dilakukan oleh petugas PLN bersama warga setempat. Dengan gotong royong, batang dan ranting pohon yang menutup badan jalan dipotong dan disingkirkan agar akses bisa kembali dilalui. Perbaikan jaringan listrik juga dilakukan hingga aliran listrik kembali normal.
Meski situasi telah berangsur pulih, kejadian ini menjadi pengingat bahwa jalur Liwa-Krui masih menyimpan potensi bahaya dari pohon-pohon tua di sepanjang badan jalan. Warga berharap pemerintah daerah lebih serius melakukan inventarisasi dan pemangkasan rutin agar kejadian serupa tidak kembali terulang. (*)