
Jakarta, sinarlampung.co – Suasana pagi di SDN 01 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, berubah mencekam pada Kamis, 11 Desember 2025. Sebuah mobil operasional Makan Bergizi Gratis (MBG) berpelat B-2093-UIU menerobos pagar sekolah dan menabrak puluhan siswa serta seorang guru yang sedang mengikuti kegiatan literasi pagi di halaman sekolah. Peristiwa terjadi sekitar pukul 06.30-06.39 WIB saat anak-anak baru memulai pembiasaan membaca.
Keterangan dari para saksi yang dikutip media memperlihatkan bahwa mobil tiba-tiba masuk ke area sekolah setelah menabrak pagar yang tertutup rapat.
Rekaman CCTV yang beredar menunjukkan kendaraan itu langsung melaju ke tengah lapangan, menghantam barisan siswa yang berdiri untuk mengikuti kegiatan literasi. Dalam video terdengar suara histeris para guru dan warga yang berusaha menyelamatkan anak-anak.
“Anak-anak baru mulai membaca, tiba-tiba mobil MBG masuk nerobos dan menabrak pagar yang tertutup sehingga pagar roboh. Supir lepas kendali sehingga menabrak beberapa siswa dan guru, bahkan ada yang terlindas,” kata salah satu saksi sebagaimana dimuat media daring.
Data resmi awal menyebutkan sekitar 20 hingga 22 korban luka, mayoritas siswa SD dan satu guru. Sebagian mengalami luka ringan dan telah dipulangkan, sementara korban lainnya masih dirawat di RSUD Koja dan RSUD Cilincing. Media nasional melaporkan “10 korban dipulangkan, 12 masih dalam perawatan”, sementara laporan lain dari rumah sakit menyebut kondisi sebagian besar stabil meski beberapa anak harus menjalani observasi lanjutan.
Identitas pengemudi ikut diperiksa aparat. Kepala SPPG Jakarta Utara mengonfirmasi bahwa pengemudi yang membawa mobil tersebut bukan sopir tetap, melainkan sopir pengganti.
Kepada polisi, sopir menyampaikan keterangan awal bahwa kecelakaan terjadi karena pedal rem tidak berfungsi sebagaimana mestinya sehingga ia salah menginjak pedal dan mobil justru berakselerasi. Polisi masih mendalami penyebab, termasuk kemungkinan kelalaian maupun faktor teknis kendaraan.
Pihak kepolisian telah mengamankan sopir dan menaikkan kasus ini ke tahap penyidikan untuk memastikan ada atau tidaknya unsur pidana. Media mengutip penegasan polisi bahwa seluruh prosedur olah tempat kejadian, pemeriksaan saksi, dan pengecekan teknis kendaraan dilakukan secara menyeluruh. Komisi X DPR RI juga meminta penanganan yang transparan serta evaluasi menyeluruh terhadap tata laksana pengantaran program MBG ke sekolah.
Pihak sekolah, orang tua siswa, serta warga sekitar langsung memberikan bantuan di lokasi, sementara pemerintah daerah menjamin seluruh korban mendapatkan perawatan hingga pulih. Tidak ada laporan korban meninggal dunia dalam insiden ini, namun sebagian siswa mengalami cedera yang memerlukan perawatan intensif. (*)