
Bengkayang, sinarlampung.co – Sekitar 500 warga dari berbagai unsur mengikuti Kirab Bendera Merah Putih raksasa berukuran 17 x 8 meter di Desa Jagoi, Kecamatan Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, Selasa (11/8/2026).
Kirab tersebut melibatkan pelajar, masyarakat adat, Forkopimcam, serta personel TNI dan Polri. Kegiatan menjadi salah satu cara masyarakat di wilayah perbatasan menunjukkan semangat kebangsaan sekaligus kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rangkaian kegiatan diawali apel pagi di depan Kantor Desa Jagoi sekitar pukul 08.00 WIB. Dalam apel tersebut, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh adat turut menyampaikan pesan-pesan kebangsaan kepada peserta.
Sekitar pukul 08.30 WIB, ratusan peserta kemudian bergerak membawa Bendera Merah Putih raksasa dari Kantor Desa Jagoi menuju kawasan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Jagoi Babang.
Suasana semakin meriah ketika rombongan tiba di kawasan Helipad Jagoi Babang sekitar pukul 10.00 WIB. Masyarakat bersama personel TNI dan Polri kemudian memasang Bendera Merah Putih berukuran 17 x 8 meter di tebing.
Pengibaran bendera berlangsung penuh semangat dengan diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Momen tersebut menjadi gambaran kuat semangat nasionalisme masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan. Di tengah aktivitas masyarakat sehari-hari yang berada tidak jauh dari garis batas negara, kecintaan terhadap Indonesia tetap ditunjukkan melalui kegiatan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Selain menjadi bagian dari rangkaian kegiatan kebangsaan, kirab tersebut juga memperlihatkan sinergi antara masyarakat, TNI dan Polri dalam menjaga semangat persatuan di wilayah perbatasan.
Kegiatan Kirab Bendera Merah Putih berlangsung aman, tertib dan lancar.
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarmed 19/Bogani terus mendorong kegiatan yang dapat memperkuat semangat kebangsaan, persatuan serta hubungan antara TNI dan masyarakat di wilayah perbatasan.
Pengibaran Sang Saka raksasa tersebut sekaligus menjadi simbol bahwa semangat nasionalisme tetap berkibar kuat dari wilayah terdepan Indonesia. (*)