
Tanggamus, Sinarlampung.co – Sudah lebih dari dua tahun, ratusan warga Dusun Suka Maju, Pekon Putihdoh, Kecamatan Cukuh Balak, Tanggamus, hidup dalam kondisi darurat air bersih. Untuk mendapatkan air layak minum, warga terpaksa menempuh jarak jauh dan menampung air dari sumber mata air pegunungan.
Di dusun yang dihuni sekitar 400 kepala keluarga itu, air bersih seharusnya disuplai dari jaringan PAM pekon. Namun, distribusi air sejak lama tidak lagi berjalan akibat kerusakan infrastruktur dan musim kemarau berkepanjangan. Sementara air sumur setempat memiliki kadar garam dan mineral tinggi sehingga tidak aman dikonsumsi.
“Air sumur di sini asin dan mengandung mineral tinggi. Tidak layak diminum dan kami khawatir berdampak buruk bagi kesehatan,” ujar Dul, warga setempat, Selasa (11/11/2025).
Menurutnya, krisis air semakin parah sejak musim kemarau dan tidak adanya perbaikan terhadap fasilitas penyaluran air.
“Bak penampungan sudah rusak, pipa banyak yang pecah, bahkan ada yang tersumbat sampah. Aliran air tidak sampai ke rumah warga lagi,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Agus, warga lainnya. Ia mengaku kecewa karena pemerintah pekon dianggap abai dan tidak menunjukkan upaya serius mengatasi persoalan tersebut.
“Air bersih itu kebutuhan dasar. Sampai kapan kami harus antre bawa jerigen setiap hari? Air yang keluar kecil, harus ditampung dulu dalam bak. Itu pun tidak cukup untuk seluruh warga,” tegasnya.
Warga menuntut pemerintah pekon dan pemerintah daerah turun tangan segera, baik melalui perbaikan jaringan air bersih yang rusak, membangun sumber air alternatif, maupun menyediakan pasokan air bersih sementara agar kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi.
“Kami berharap ada tindakan nyata, bukan sekadar janji. Jangan biarkan kami terus menderita tanpa air bersih,” pungkas sejumlah warga. (MASDA)