
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Keberadaan Taman Budaya Lampung dalam rangka memperkenalkan dan mengedukasi masyarakat khususnya generasi muda tentang seni, budaya, dan adat istiadat Lampung. Tujuannya, menarik minat generasi muda.
Hal ini dikatakan Melly Ayunda selaku Kepala UPTD Taman Budaya Lampung pada sinarlampung.co di ruang kerjanya jalan Cut Nyak Dien nomor 24 Bandar Lampung. Senin, 3 November 2025.
Menurut Melly, seni, budaya, dan adat istiadat Lampung cakupannya luas. Masa digital saat ini memiliki plus minus. Artinya jika dimanfatkan dengan baik maka hasilnya bagus, jika tidak, akan membuat kita terlena pada hal-hal yang tidak baik.
“Kita sebaiknya mengemas acara dengan gaya anak muda serta kekinian dan kita dituntut agar mengikuti perkembangan zaman. Misalnya, tarian adat Lampung dipadukan dengan tidak mengurangi nilai adatnya yang biasa disebut tari kreasi,” paparnya.
Diharapkan generasi muda lebih mencintai hasil kreasi ini dan para seniman dapat menerima hasil kreasi terutama untuk acara-acara diluar prosesi adat Lampung, tambahnya.
Taman Budaya Lampung juga memberikan kesempatan pada seniman jalanan untuk mengekspresikan kegiatan seninya, terutama pada acara Pekan Kebudayaan Daerah (PKD) baru-baru ini.
“Kami juga mengapresiasi seniman jalanan seperti kesenian angklung walaupun bukan seni dari Lampung namun mereka bisa membawakan lagu-lagu Lampung, ini dikolaborasikan”, ujar Melly.
Tak sampai disitu, ia melanjutkan, memang perubahan itu berproses dan memerlukan waktu, begitu juga generasi muda, bagaimana mereka lebih cinta pada seni, budaya, dan adat istiadat Lampung.
Saat ini generasi muda sudah banyak mengenal Taman Budaya Lampung dengan adanya kegiatan-kegiatan seni dan budaya yang digelar secara berkala.
Hal senada juga dikatakan Diana Rosa selaku Kepala Bagian Tata Usaha, salah satu indikator berhasilnya gelaran di Taman Budaya Lampung adalah banyaknya pengunjung.
Diinformasikan, Taman Budaya Lampung (Tambud atau TBL) di bawah naungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung yang dikelola oleh UPTD. Area ini memiliki 11 bangunan mulai dari Pos Jaga, Gedung Pameran, dan Gedung Perpustakaan.
Kemudian, Gedung Sekretariat II, Wisma Seni, Mushollah, Gedung Teater Terbuka, Gedung Olah Seni, Gedung Teater Tertutup, Rumah Jaga, dan Gedung Sekretariat I. (Heny)