
Bandarlampung, sinarlampung.co– Safari politik Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), di Provinsi Lampung diwarnai aksi unjuk rasa. Ratusan warga menggelar aksi demonstrasi untuk menolak kedatangan mantan presiden tersebut di Bundaran Tugu Adipura, Kota Bandar Lampung, Sabtu 27 Juni 2026.
Massa yang didominasi oleh kalangan ibu-ibu (emak-emak) tersebut mulai memadati kawasan Bundaran Gajah (Tugu Adipura) sekitar pukul 10.00 WIB. Dengan membawa sejumlah poster berisi penolakan, mereka secara tegas menyuarakan sikap anti terhadap kehadiran Jokowi di Bumi Ruwa Jurai.
Dalam mengawal jalannya aksi, para pengunjuk rasa memanfaatkan satu unit mobil komando serta tiga armada bus untuk memobilisasi massa dan menyampaikan orasi politik mereka.
Aksi unjuk rasa ini dipimpin oleh koordinator lapangan bernama Gunawan Parikesit. Dalam keterangannya, Gunawan menegaskan bahwa massa berencana melakukan long march menuju Gedung Rimbawan yang berjarak sekitar 700 meter dari pusat aksi di Tugu Adipura.
Langkah ini diambil karena Jokowi dijadwalkan hadir di gedung tersebut untuk menghadiri agenda Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Bandar Lampung.
“Orang yang kita tolak, Jokowi, saat ini ada di Gedung Rimbawan. Kita semua akan bergerak ke sana,” ujar Gunawan dari atas mobil komando.
Dalam orasinya, Gunawan melayangkan kritik tajam terhadap rekam jejak kepemimpinan Jokowi selama dua periode menjabat sebagai Presiden RI. Menurutnya, kebijakan ekonomi di era Jokowi dinilai telah memberikan dampak buruk bagi kesejahteraan masyarakat kecil.
”Usir Jokowi sekarang juga!” seru Gunawan yang langsung disambut sorakan riuh dari massa aksi.
Terima Gelar Adat “Baginda Pemuka Bangsa”
Meskipun diwarnai aksi penolakan di pusat kota, agenda safari politik Jokowi di Lampung tetap berjalan. Di hari yang sama, Sabtu (27/6/2026), Jokowi menghadiri prosesi sakral upacara pemberian gelar adat yang berlangsung di Kedatun Keagungan (kediaman tokoh adat Mawardi Harirama), Kota Bandar Lampung.
Dalam prosesi tersebut, Jokowi dianugerahi gelar adat kehormatan “Baginda Pemuka Bangsa” oleh lima kerajaan adat Lampung. Acara bernuansa sakral ini turut dihadiri secara langsung oleh para sultan, penyeimbang adat, serta tokoh-tokoh masyarakat Lampung.
Sebagai informasi, kunjungan kerja sekaligus safari politik Jokowi ke Provinsi Lampung dijadwalkan berlangsung selama tiga hari dengan menyambangi sejumlah kabupaten dan kota. (Red)