
Tanggamus, Sinarlampung.co – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya jadi angin segar bagi siswa di Kecamatan Gisting, Kabupaten Tanggamus, justru berubah jadi sorotan tajam. Lembaga Perlindungan Konsumen Nusantara Indonesia (LPKNI) menuding adanya ketimpangan ekstrem dalam distribusi jumlah penerima manfaat di lima dapur wilayah setempat, bahkan mengendus indikasi kepentingan pribadi yang dimainkan oknum koordinator.
Ketua LPKNI Kabupaten Tanggamus, Yuliar Baro, menegaskan ketidakadilan ini bukan hal baru. Menurutnya, surat edaran resmi dari Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang seharusnya dijadikan pedoman malah diabaikan.
“Ini bukan sekali dua kali. Sudah lama jadi keluhan salah satu yayasan penyelenggara MBG. Anehnya, Korcam Kecamatan Gisting seolah tutup mata. Kami menduga kuat ada kepentingan tertentu yang diselipkan di balik distribusi ini,” tegas Yuliar, Selasa (9/9/2025).
Dari sekitar 10 ribu siswa penerima manfaat MBG di Gisting, pembagiannya mencengangkan, satu dapur mendapat jatah hingga 4.000 siswa, ada yang 3.500, 2.000, sementara satu dapur lain hanya kebagian 170 siswa saja.
“Kalau ini dibiarkan, jelas mencederai prinsip keadilan dan transparansi. Korcam Gisting harusnya hadir sebagai pengawas, bukan malah nyaman duduk membiarkan ketidakadilan terjadi,” sindir Yuliar pedas.
Tak hanya menyorot Korcam, Yuliar juga menuding Korwil SPPI Kabupaten Tanggamus tidak profesional. LPKNI mengaku sudah berulang kali mencoba konfirmasi, namun telepon dan pesan tak pernah direspons.
“WA aktif, tapi telepon tak diangkat, pesan tak dibalas. Sikap bungkam seperti ini justru semakin menguatkan dugaan ada permainan busuk,” cetusnya.
LPKNI mendesak pihak berwenang turun langsung mengaudit kinerja Korwil Kabupaten Tanggamus dan Korcam Gisting. Jika terbukti ada penyimpangan, Yuliar menuntut tindakan tegas.
“Program ini mulia, mendukung visi Indonesia Emas 2045. Jangan dikhianati oleh oknum yang hanya mencari keuntungan pribadi,” ujarnya.
Di sisi lain, Rani, Koordinator Kecamatan Gisting, tak menampik adanya ketimpangan distribusi. Namun ia berdalih data sudah sesuai aturan dan berjanji akan menggelar rapat evaluasi bersama lima dapur MBG di Gisting.
“Memang ada ketimpangan, tapi data yang kami pegang sudah sesuai. Meski begitu, kami akan rapatkan bersama Ketua SPPG lima dapur untuk tindak lanjut,” kata Rani saat ditemui di Yayasan Senja Center Jaya.
Menutup keterangannya, Yuliar menegaskan LPKNI tidak akan tinggal diam. Mereka berkomitmen terus mengawal program MBG agar berjalan bersih, transparan, dan bebas intervensi kepentingan pribadi.
“Generasi sehat adalah pondasi Indonesia Emas 2045. Jangan biarkan kepentingan sempit segelintir oknum merusak niat baik negara,” pungkasnya.(Wisnu/*)