
Pesawaran, sinarlampung.co – Proyek jalan hotmix senilai Rp11,9 miliar di Kecamatan Way Khilau, Kabupaten Pesawaran, yang dikerjakan oleh CV Auliya Pratama, menuai sorotan. Pantauan di lapangan menunjukkan aspal mulai retak di sejumlah titik, bahkan sebagian sudah ditambal meski proyek belum rampung.
Sejumlah warga menilai kualitas jalan jauh dari harapan. “Kalau jalannya dibangun, ya kami berterima kasih kepada pemerintah daerah. Tapi hasil hotmix ini tidak seperti jalan baru, karena kondisinya bergelombang,” ujar seorang warga pengguna jalan, Senin (1/9/2025).
Kritikan juga datang dari Aktivis Masyarakat Anti Korupsi Lampung, Mahmuddin. Ia mendesak aparat penegak hukum (APH) segera turun tangan mengusut proyek yang menggunakan dana APBD Pesawaran tahun anggaran 2025 itu.
“Proyek ini belum di-PHO (Provisional Hand Over), artinya belum ada serah terima. Tapi di beberapa titik sudah dua kali ditambal. Kami menduga pengerjaannya tidak sesuai spesifikasi. Kalau benar, berarti ada indikasi korupsi,” tegas Mahmuddin.
Ia menambahkan, pihaknya siap menunjukkan titik-titik jalan yang bermasalah kepada aparat, khususnya Polres Pesawaran. “Kami berharap Polres segera turun. Bila perlu, kami siap mendampingi untuk menunjukkan lokasi,” katanya.
Upaya konfirmasi ke Dinas PUPR Pesawaran juga belum membuahkan hasil. Hingga berita ini diterbitkan, pihak dinas masih bungkam dan belum memberikan keterangan resmi.
Menurut Mahmuddin, proyek hotmix di Way Khilau itu sudah berjalan sekitar dua bulan. Kerusakan dini seperti retakan biasanya dipicu kualitas aspal yang buruk, pemadatan tidak sempurna, campuran aspal yang tidak sesuai Job Mix Formula, atau kondisi tanah dasar yang labil.
“Kami bersama tim investigasi masih terus menelusuri proyek ini untuk memastikan akuntabilitas penggunaan dana publik,” pungkas Mahmuddin. (Iskandar)