
Tanggamus, Sinarlampung.co – GRIB JAYA PAC Wonosobo hadir mendampingi proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP)ke 2 terhadap Burdadi Efendi korban penganiyaan dan penembakan Airsoftgun beserta 3 orang saksi lainnya.
Yulyanto ketua GRIB Jaya Wonosobo mengatakan tujuan pendampingan ini guna memberi support terhadap korban dan para saksi
“Kehadiran GRIB disini untuk memberi support terhadap korban dan saksi dalam memberi keterangan yang sebenar-benarnya selain itu juga menunjukan terhadap masyarakat khususnya Wonosobo bahwa GRIB siap membantu masyarakat yang sedang menghadapi permasalahan baik hukum maupun sosial lainnya,” terangnya.
Untuk menjaga kondusifitas di wilayahnya Yulyanto berharap pihak kepolisian bekerja secara objektif dan tegak lurus dalam menangani kasus ini
” Saya berharap kepada bapak-bapak polisi agar objektif dan tegak lurus dalam menangani kasus ini, jangan sampai ada keberpihakan baik itu untuk pelapor maupun terlapor karena di Negera kita tidak ada manusia yang kebal terhadap hukum, GRIB akan kawal sampai tuntas terhadap kasus ini” pungkasnya.
Sementara Iptu Tjasudin Kapolsek Wonosobo mengatakan kasus ini sudah meminta keterangan korban, saksi-saksi dan pelaku.
” Setelah meminta keterangan dari korban, saksi-saksi dan pelaku, hari kamis kemarin kami sudah melakukan gelar perkara di Polres Tanggamus, pada hari kita melakukan BAP ulang guna gelar perkara di hari Senin mendatang agar kami dapat menetapkan pasal yang akan di kenakan,” terangnya
Saat ditanya terkait pernyataan warga bahwa pelaku sempat berteriak dengan lantang “hukum atau polisi dapat di beli” Kapolsek menegaskan itu tidak benar.
“Ayo kita buktikan, itu tidak benar, mohon maaf terlepas dia itu kaya, miskin, pejabat atau siapapun di hadapan hukum kita sama tidak ada perbedaan,” pungkasnya.
Dilain sisi Burdadi dan para saksi merasa ada penekanan saat pihak penyidik mempertanyakan bentuk senjata yang digunakan pelaku saat kejadian.
” Mereka hanya menunjukkan korek api bentuk pistol itu tanpa ada pembanding lainnya dan saya di cecar pertanyaan yang agak menyudutkan saya mulai dari warna, bentuk, ukuran Bahakan bunyi letupan pistol itu, saya jawab yang jelas bukan pistol korek api itu, kemudian saya tunjukan gambar melalui hp saya modelnya seperti gambar ini dia hitam, agak kecil percis seperti ini saya lihat jelas di hadapan mata kepala saya waktu pelaku menodongkan senjata itu,” terang Burdadi dirumahnya usai memberi keterangan BAP, Jum’at, 6 Desember 2024, malam.
Hal senada di ucapkan oleh 2 saksi lainya yang telah memberikan keterangan di mapolsek Wonosobo
” Pertanyaannya muter-muter aja bang di situ-situ aja pusing dan bingung saya, ditanya masalah terbuat dari apa bunyinya seperti senjata yang di gunakan pelaku. Ya saya jawab gak tau terbuat dari apa wong saya g pegang, ukuranya pasnya ya saya gak tau nanti kalok kira-kira saya jadi salah, yang jelas waktu pelaku meletuskan senjata keatas saya lihat keluar asapnya” terang Ipan seorang penjual ikan di pasar Wonosobo.
Burdadi berharap kasus ini diungkap secara terang-benderang agar kedepannya tidak terulang kembali. (Wisnu)