
Bandar Lampung, sinarlampung.co-Pj Bupati Tanggamus Mulyadi Irsyan merespon keluhan masyarakat Dusun Sukajadi, Desa Umbar, Kecamatan Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus, terkait rusaknya jembatan gantung yang dibangun tahun 2019 itu.
“Jadi jembatan sudah dibangun permanen oleh Pemkab Tanggamus. Artinya jembatan rusak yan diberitakan terebt sudah diganti. Memang jembatan yang sudah rusak itu belum dibersihkan, karena masih menjadi aset pusat. Namun masalah ini tetap akan menjadi perhatian Pemkab Tanggamus, untuk dipelajari permasalahan yang ada di lapangan,” kata Mulyadi Irsyan, menanggapi keluhan warga soal jembatan gantung itu.
Mulyadi Irsyan menjelaskan berdasarkan laporan dari Dinas terkait, menyebutkan bahwa jembatan tersebut memang sudah tidak layak lagi untuk diperbaiki, karena setiap musim hujan selalu diterjang banjir dan rusak.
“Pada tahun 2021 Dinas PUPR telah membangun jembatan pengganti yang berjarak kurang lebih 500 meter ke hilir dari jembatan lama. Bahkan Pemerintah Pekon Umbar telah membuka ruas jalan baru ke arah jembatan pengganti dengan panjang sekitar 600 meter. Namun saat ini badan jalan masih dalam kondisi tanah dan membutuhkan perkerasan lebih lanjut,” katanya.
Sebelumnya untuk diketahui jembatan gantung sederhana ke-12 di Dusun Sukajadi, Desa Umbar, Kelumbayan, Kabupaten Tanggamus itu diresmikan Vertical Rescue Indonesia (VRI) Lampung. Jembatan gantung yang memiliki bentang 80 meter tersebut dibangun sebagai salah satu kegiatan dalam Gerakan 1.000 Jembatan Gantung Lampung Untuk Indonesia itu diresmikan Sabtu 5 Januari 2019.
Pembangunan jembatan gantung oleh relawan peduli bersama VRI Lampung itu adalah sebagai bentuk kepedulian Relawan Peduli kepada masyarakat Dusun Sukajadi, Desa Umbar yang wilayahnya terkena banjir beberapa waktu lalu.
Beberapa lembaga dan komunitas yang tergabung dalam Gerakan Relawan Peduli tersebut, yakni Komunitas Lampung Outdoor Community Peduli, DCAB-ID Komunitas Mobil Dobel Cabin Lampung, Asosiasi Pengusaha Mobil Lampung, SMAN 2 Bandar Lampung, SMKN 5 Bandar Lampung.
Lalu ada Goweser Lampung Komunitas Sepeda Lampung, Telkomsel, Satrio Multi Tansindo, Taruna Siaga Bencana, Rakata Cycling Club, Tribal Trial Bikers Adventure Lampung, Trapac Trail Adventure Panjang Community, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia, LP3UI, IIBF, dan Pramuka Peduli Penanggulangan Bencana.
Saat peresmian, Abidin (50), warga Dusun Sukajadi menyatakan bahwa masyarakat membutuhkan akses jembatan untuk berbagai kegiatan, seperti pergi ke kebun, mengangkut hasil tani, dan akses menuju sekolah bagi anak-anak.
“Jembatan ini sangat penting untuk kami pak, terutama untuk jalan anak-anak sekolah, sebenarnya kemarin sudah dibangunkan oleh pemerintah, tapi kena banjir. Alhamdulillah ini dibangunkan lagi oleh para relawan. Saya sangat berterima kasih,” ujarnya.
Koordinator Vertical Rescue Indonesia Lampung Muhammad Kariskun mengatakan bahwa pembangunan jembatan gantung sederhana tersebut dilakukan bersama-sama secara gotong royong dengan masyarakat setempat. Pembangunan dilakukan selama 6 hari, mulai dari tanggal 31 Desember 2018 hingga tanggal 5 Januari 2019.
Setelah diresmikan, jembatan kemudian diserahkan kepada masyarakat setempat agar dapat dipergunakan sesuai dengan peruntukannya. Dalam peresmian tersebut selain dihadir oleh perwakilan dari berbagai komunitas yang tergabung dalam Relawan Peduli, turut hadir juga Kepala Desa Umbar, Camat Kelumbayan, dan Wakil Bupati Tanggamus H AM Syafi`i.
“Jembatan itu kami yang membangun. Namun sayangnya memang tidak ada perawatan dari Desa atau pekon dan warga disana. Jika memang nanti ada temen-temen relawan kembali peduli, kita akan perbaiki lai jembatan itu,” kata Kordinator Relawan Peduli Abah Yus. (Red)