
Tanggamus, Sinarlampung.co – Kuat dugaan adanya permainan dalam penerimaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tahun 2023 antara Plh Kepala SMAN 1 Cukuh Balak dengan oknum tenaga honorer.
Diketahui Meli Safitri merupakan tenaga pengajar di SMAN 1 Cukuh Balak dengan status honor, sudah 3 tahun tidak aktif mengajar, namun tiba- tiba lolos seleksi pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).
Hal ini di ungkap salah satu narasumber yang tidak mau disebutkan namanya.
“Meli lolos P3K di tahun 2023 meski 3 tahun tidak aktif atas peran mantan Plh Kepala Sekolah bernama Apridayani.” Terangnya
Dikatakan saat itu Apridayani menjabat Plh Kepala SMAN 1 Cukuh Balak, diduga dengan sengaja mempertahankan data dapodik Meli Safitri meski sudah 3 tahun tidak aktif agar bisa lolos seleksi PPPK 2023.
“Operator sekolah pernah bilang ke Aprida, bu gimana ini mau dikeluarin apa mau off atau gimana, lalu Aprida menjawab ke operatornya pertahankan saja, begitu arahan Aprida dengan operator,” terang sumber menirukan bahasa percakapan Aprida dengan operator sekolah.
Ibarat kata sepandai-pandainya menyimpan bangkai akhirnya ketahuan juga bau busuknya oleh khalayak umum. Perbuatan Aprida yang meloloskan Meli di P3K meski selama 3 tahun pernah tidak masuk melaksanakan kegiatan mengajar di SMAN 1 Cukuh Balak, pun
“Tadinya masalah Meli Safitri yang lolos seleksi PPPK tahun kemarin tidak mencuat, kemudian setelah ada pemberitaan kejanggalan lolosnya guru honor tak aktif selama 3 tahun itu, membuat Apridayani kelimpungan” paparnya.
Setelah mencuat Apridayani memerintahkan operator sekolah untuk memintakan surat ijin cuti Meli Safitri ke Bandar Lampung .
“Keterangan Apridayani, surat ijin cuti tahun di 2022, sedangkan di surat cuti yang ditulis Meli tahun 2021, kan sudah tidak sinkron,” pungkasnya
Sementara Slamet saat di konfirmasi melalui sambungan selular menyampaikan bahwa ia tidak mengetahui persoalan terkait penerimaan PPPK di SMAN 1 Cukuh Balak.
“Saya ini baru sebagai Kepsek, sekitar dua bulan mau masuk tiga bulan, dan saya tidak pernah memberikan statement kalau apa yang ada di pemberitaan kemarin itu keterangan saya” guru honor SMAN 1 Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus,” tegasnya,
Bahkan Kepala SMAN 1 Cukuh Balak yang baru menjabat sekitaran dua bulanan saat dikonfirmasi awak media diduga mencoba menyogok dengan menjanjikan sejumlah uang kepada wartawan. (Wisnu/*)