
Lampung Tengah (SL)-Jembatan menuju Kantor Kecamatan Bekri Ambrol rusak berat yang berada di Kampung Sidorejo Kelurahan Kusumadadi tak bisa dilewati dikarenakan ambrol dan rusak berat. Kondisi beton runtuh terkikis air sungai, Rabo 3 September 2020.
Pengamatan sinarlampung kondisi atas jembatan dilandasi potongan batang kelapa yang juga mulai rapuh dan hancur. “Memang benar kalo hujan deras sekitar lingkungan jembatan sungai disitu sungai meluap sampai kerumah warga. Dan aktifitas warga bisa lumpuh total karena air sungai itu masuk kewaduk atau lebung yang dibuat dari PTPN 7. Hujan deras waduk atau lebung tersebut tidak bisa menampung air sehingga air sungai meluap kerumah warga sekitar,” katanya Habib Kepala Kampung Kusumadadi.
Saar musim hujan, aktifitas warga sekitar lumpuh total sekitar 1-2 hari baru bisa surut. “Kalo banjir warga yang mau kesawah, kekebun, anak anak yang brangkat kesekolah dan pegawai kecamatan yang mau ngantor kesulitan lewat. Kalo hujan tidak tinggi bisa lewat jalan depan yang ke arah puskesmas sidorejo tapi klo curah hujan tinggi bisa muter lewat luar kampung untuk dari sini tapi kalo yang dari bekri bisa masuk,” katanya.
Menurut Habib, bahwa jembatan itu memang sudah lama rusak sejak tahun 2015 – 2016. Kondisi retak retak cor coran sejak tahun 2017. Tahun 2018 sempat diperbaiki dengan seadanya dengan menggunakan material gelugu pohon kelapa dan lembaran papan yang agak tebal.
“Karna seadanya, jadi hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan roda empat yang tidak memuat barang dengan barang gelugu dari pohon kelapa dan lembaran papan papan yang seadanya bisa dipakai pengendara. Jembatan dan jalan itu milik Pemda,” katanya.
Habib menambahkan kabarnya jembatan itu akan segera diperbaiki. Pemenang tender jembatan itu adalah orang selagai lingga bernama Toni. “Beliau yang akan mengelola pembangunan jembatan tersebut. Jadi gelugu dan papan itu dibongkar. Untuk PT atau anggaranya berapa saya lupa. Karna jalan dan jembatan itu wilayah Pemda yang punya,” katanya. (Syaiful)