
Bandar Lampung (SL)-Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim (Nunik) turun langsung ke Pantai Gunung Kunyit, Kelurahan Sukaraja. Dari pantai ini, ia nyatakan Gerakan Bersih Pantai Lampung.
“Tidak perlu menunggu sampai 2025. Ayo kita mulai aksi Pantai Lampung Bersih dari sampah, sekarang juga,” tegasnya di tepi Pantai Gunung Kunyit, Jumat (29/11/2019).
Nunik mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan yang dimulai dari diri sendiri.
Gerakan bersih pantai ini merupakan salah satu upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup yang sekaligus dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir menuju Lampung Berjaya.
“Saya mengamati, ini bukan soal orang Indonesia tidak cinta kebersihan, tapi ini karena kebiasaan saja. Saya ajak semua untuk berubah, ayo kita mulai dari diri sendiri,” ajak Wagub Nunik.
Menurut dia, untuk bersih tidak cukup mengandalkan kegiatan seremonial, seperti pekan bersih pantai, hari bersih pantai. Tidak seperti itu. Tidak! Ayo kita buat gerakan dimulai dari diri sendiri, tidak mengandalkan orang lain, tidak pula mengandalkan seremonial seperti ini, kita harus melakukan yang lebih,” kata Nunik.
Nunik menyebutkan masih ada sebagian masyarakat yang menganggap persoalan sampah bukan isu yang penting. “Persoalan sampah penting, asal tahu saja, di Bandar Lampung saja, dalam satu hari bisa menghasilkan sampah sampai seribu ton, bayangkan itu,” ujarnya.
Menurut Nunik, persoalan sampah menentukan keberlangsungan kehidupan masa depan anak bangsa yang salah satunya tergantung dari lingkungannya.
“Saya sangat peduli dan konsen terhadap sampah, karena persoalan ini bukan memikirkan diri sendiri tetapi memikirkan masa depan anak cucu kita. Saya mohon semua hati kita terbuka dan tergerak lebih peduli terhadap lingkungan,” katanya.
Nunik mengajak semua pihak untuk saling berkolaborasi membangun kesadaran tidak membuang sampah sebarangan. “Karena bicara sampah, berarti kita bicara kesadaran, yang berlaku untuk semua. Maka, ayo kita bekerjasama,” ujarnya.
Sebuah langkah kongkrit untuk mengubah kebiasaan tersebut sudah dimulai oleh Pemprov Lampung, yakni tidak menggunakan peralatan makan sekali pakai. Nunik mengimbau hal serupa juga dilakukan instansi lain, baik pemerintahan maupun swasta.
Terkait sampah plastik, Nunik mengimbau agar bisa dilakukan berkali-kali. “Penggunaan katong plastik yang biasa digunakan untuk membawa barang jangan satu kali pakai, bisa dibawa lagi dilipat lagi dan dipakai lagi,” tandasnya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung Intizam mengatakan produksi sampah Provinsi Lampung mencapai lebih dari 7.000 ton/hari.
Menurutnya, dengan pertambahan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat menimbulkan bertambahnya volume, jenis dan karakteristik sampah yang semakin beragam.
“Sampah telah menjadi permasalahan nasional sehingga pengolahannya perlu dilakukan secara komprehensif dan terpadu dari hulu ke hilir agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan aman bagi lingkungan serta dapat mengubah prilaku masyarakat,” katanya.
Intizam berharap dengan melakukan gerakan bersama dapat menguatkan komitmen dan menyuarakan pentingnya melakukan aksi penanganan dan pengurangan sampah dari lingkup terkecil di sekitar masyarakat.
“Baik lingkup keluarga, sekolah dan di manapun kita berada, kita harus bersikap bijak dalam memperlakukan sampah menjadi pola hidup dalam keseharian. Kegiatan ini juga diharapkan sebagai ajang kampanye sehingga dapat mendorong daerah Kabupatan/Kota untuk berbuat hal yang sama,” tandasnya.
Pada kesempatan itu, Wagub Nunik secara simbolis menyerahkan bantuan Kotak Sampah dan 400 Tumbler (Botol Air Minum).(Humas Prov Lampung/iwa)