
Tanggamus (SL)-Sudah setahun lebih jembatan penghubung pekon Karangrejo dan Pekon Kacapura tepatnya di Dusun Ciamis. Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus dalam kondisi sangat memprihatinkan dan nyaris putus. Dan hingga kini belum ada upaya Renovasi dari Pemerintah pekon maupun pemerintah Kabupaten Tanggamus, Rabu 23 Oktober 2019.
Jembatan itu dibangun atas swadaya warga Ciamis dan terbuat dari kayu. Jembatan itu menjadi satu satunya akses jalur perekonomian dan pendidikan bagi warga Kecamatan Semaka dan sekitarnya. Namun selama ini pemerintah Pekon hingga Pemerintahan Kabupaten Tanggamus terkesan cuek dengan dengan kondisi itu.
Warga yang sehari hari melintas di jembatan itu kerap mengeluh dan kecewa. Jembatan nyaris ambruk itu membuat warga dan para pelajar SMU Negeri 1 Karang Rejo dan SMK MA’ARIF serta pelajar MTS Nurul Hidayah Pekon kacapura harus memutar jalur mencari jalan alternatif.
”Saya berharap agar jembatan ini dapat segara dibangun, karena jembatan ini salah satu jembatan arteri untuk dua pekon. Kami khawatir jika tidak segera dibangun akan menimbulkan korban jiwa, jembatan ini sudah lama sekali tidak dibangun. Mungkin sudah puluhan tahun, saya ingin ke Wonosobo saja harus muter lewat Sukaraja. Dan saya kasian liat anak-anak sekolah dia harus muter,” ungkap warga kepada sinarlampung.com, Rabu 23 Oktober 2019
Apalagi, lanjutnya, saat hujan. Kondisi jalan sempit berbatu dan licin terkadang jika banjir jalan terendam dan saat air laut pasang jalan tersebut tidak bisa dilalui. KIni jembatan ambruknya sehingga membuat jalan lumpuh total. “Ada anggapan bahwa jalan dan jembatan ini adalah milik kabupaten sehingga dana desa tidak boleh dialokasikan untuk membangun jalan dan jembatan tersebut,” katanya.
Warga sangat berharap kepada pemerintah baik Pekon atau Kabupaten sampai pemerintah pusat untuk segera menindak lanjuti dan segera memperbaiki jalan dan membangun jembatan karana merupakan akses penting bagi tumbuh kembangnya perekonomian dan pendidikan bagi warga kecamatan Semaka. (Wisnu)