
Tanggamus (SL)-Kondisi Pekom Umbar pasca bencana banjir bandang, Kecamatan Kelumbayan Kabupaten Tanggamus, sejak tiga hari yang lalu, meninggalkan lumpur. Kondisi pekon memprihatinkan, ekonomi dan insfrastruktur belum pulih. warga masih membutuhkan bantuan, Minggu (11/11 )

Pekon Umbar belum bisa beraktifitas bahkan stok makanan terbatas. Bantuan relawan tersisa dua sdak beras. Sementara anak-anak belum bisa sekolah, karena pakaian sekolah berlum ada. Jalan masih terputus dan insfrastrutur rusak.
Warga yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda, masih tinggal dipengungsian. Beberapa warga mulai membersihkan puing puing sias banjir. Umumnya masyarakat membutuhkan pasokan makanan dan pakaian. Data terkini 22 rumah warga hanyut dan ratusan rumah rusak.
“Saat ini yang warga butuhkan tidak lain sejenis makanan dan pakaian, karna saat ini stok makanan sendiri hanya tersisa 2 sak beras, itupun dari uluran tangan relawan-relawan yang bersumbangsih, juga dari segi pendidikan anak-anak sangat membutuhkan seragam sekolah seperti halnya baju, sepatu, buku, dan semua alat tulis,” kata Kepala Pekon.
Warga Pekon Umbar mengharapkan aksi tindakan cepat dari Pemerintah, agar segera membangun infrastruktur guna memulihkan perekonomian warga mesyarakat Pekon Umbar. “Kami mengharapkan segera di tanganinya infrastruktur yang saat ini sangat menghambat, terutama jembatan penghubung antar dusun yang saat ini terputus,” katanya.
Termasuk tanggul penahan yang harus disegerakan diperbaiki, “Karena jika tidak segera di tangani besar kemungkinan akan adanya banjir-banjir yang lain akan menyusul,” kata warga korban banjir. (Wisnu/Tim)