
Surabaya (SL) – Perawatan kesehatan gigi dan mulut produksi PT Unilever Indonesia Tbk. bekerjasama dengan Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI) dan Asosiasi Fakultas Kedokteran Gigi Indonesia (AFDOKGI) menggelar program Bulan Kesehatan Gigi Nasional (BKGN) 2018,
Menghadirkan drg. Lita Agustia, M.H. Kes selaku Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Hang Tuah, drg. Dwi Hariyanto M.Kes selaku Direktur RSGM Nala Husada dan drg. Ratu Mirah Afifah, GCClinDent, MDSc. selaku Division Head for Health 8: Wellbeing and Professional Institutions, Yayasan Unilever Indonesia.
Gelar acara berada di Rumah Sakit gigi dan Mulut (RSGM) Nala Husada Universitas Hang Tuah Surabaya jalan Arief Rahman Hakim Surabaya, dengan tema ”Lindungi Kesehatan Gigi Keluarga dari Risiko Gula Tersembunyi” (BKGN 2018 memberikan edukasi mengenai pentingnya mewaspadai gula)
Edukasi ini dipercaya akan sangat bermanfaat bagi masyarakat Surabaya, mendeteksi penyakit tersembunyi yang ternyata banyak kita konsumsi setiap hari, terutama karena risiko yang ditimbulkannya terhadap masalah karies atau gigi berlubang.
Aneka hidangan yang mengandung petis sebagai salah satu bumbu lokal yang paling sering digunakan, seperti Rujak Cingur, Lontong Balap, Lontong Kupang, Tahu campur, Tahu Tek, Pecel Semanggi, dan banyak lainnya, ternyata 100 gram petis mengandung gula tersembunyi sebanyak 1,23 gram.
Sejak pertamakali diadakan tahun 2010, melalui pelaksanaan BKGN Pepsodent, PDGI dan AFDOKGI memiliki komitmen berkelanjutan untuk mengedukasi, memberikan pelayanan kesehatan gigi dan mulut, sekaligus membiasakan masyarakat Indonesia merawat kesehatan gigi dengan menyikat gigi pada pagi dan malam hari, serta memeriksakan diri ke dokter gigi setidaknya enam bulan sekali.
drg. Ratu Mirah Afifah, GCCIinDent., MDSc. selaku Division Head for Health & Wellbeing and Professional Institutions Yayasan Unilever Indonesia berkomentar, tahun ini merupakan tahun ke-9 pelaksanaan BKGN di kota Surabaya.
“Di setiap pelaksanaannya kami selalu mendapatkan respon yang sangat positif dari masyarakat setempat, artinya masyarakat Surabaya memang memiliki kepedulian terhadap kesehatan gigi dan mulut mereka. Tahun ini kami memiliki target untuk memberikan edukasi dan pelayanan kesehatan gigi ke 1.000 orang masyarakat Surabaya.” Ungkapnya pada Kamis (01/11/2018) (detiknews)