
Lampung Utara (SL)-Alfa, balita berusia 19 bulan warga Desa Ajikagungan, Kec. Abung Kunang, Kabupaten Lampung Utara, menderita penyakit komplikasi paru-paru. Kondisi ini membuat bocah mungil tersebut harus terbaring kejang-kejang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ryacudu Kotabumi.
Mengetahui hal tersebut, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Lampung Utara (Lampura) bertekad untuk membantu dan mengawal pengobatan Alfa hingga tuntas. Demkian diungkapkan Ketua Cabang IMM Lampura, Jefry Ramdani, usai memberikan santunan kepada Alfa melalui orang tuanya, di RSUD Ryacudu Kotabumi, Kamis, (20/9).
Menurut Ketua Cabang IMM Lampura yang baru saja terpilih itu, selaku bagian dari elemen gerakan mahasiswa yang harus dekat dan memperjuangkan hak-hak masyarakat, sudah menjadi kewajiban untuk mengimplementasikan rasa kepedulian sosial bagi sesama. Diuraikannya, salah satu bentuk kepedulian IMM Lampura adalah dengan melakukan penggalangan dana dan terus memantau perkembangan kondisi Alfa.
“Melihat kondisi Alfa dan ekonomi keluarganya, kami bertekad untuk membantu pengobatan Alfa hingga mendapatkan kesembuhan. Dari hasil penggalangan dana, terkumpul uang sebesar Rp.3,9 juta dan langsung kami serahkan pada orang tuanya ditambah lagi bantuan sembako,” tutur Jefri.
Masih menurut dia, dalam upaya pengobatan Alfa, IMM juga telah menggandeng dua lembaga yang bergerak di bidang sosial, terutama lembaga yang mengakomodir para donatur untuk membantu masyarakat yang menderita suatu penyakit tetapi tidak mampu melakukan pengobatan akibat ketiadaan biaya. “Alhamdulillah, banyak sekali respon positif dari berbagai elemen masyarakat, seperti Muslimah Kaffah dan Respect Peduli. Mereka siap membantu pengobatan Alfa,” ujarnya.
Di tempat yang sama, Ketua Muslimah Kaffah, Iren, ditemani perwakilan Respect Peduli, menyatakan bahwa pihaknya akan terus membantu pengobatan Alfa hingga tuntas.
Kabar Alfa menderita TBC dan paru-paru didapatnya dari aktivis IMM. Menurut dia, Muslimah Kaffah merupakan wadah yang bergerak untuk mengakomodir para donatur yang ingin beramal dalam hal membantu biaya pengobatan masyarakat prasejahtera.
“Kami mengumpulkan dana dari donatur atau istilah yang sering kami gunakan ‘Darurat Financial’. Kami hanya menyalurkan amanah dari para donatur. Kami akan membantu pengobatan Alfa hingga tuntas, tetapi kami perlu update perkembangan kondisi Alfa,” ujar Iren yang sengaja jauh-jauh dari Banten untuk meninjau langsung kondisi Alfa
Sementara itu, Basor, (40), ayah Alfa, menuturkan, penyakit yang diderita putra bungsunya sudah berlangsung selama dua bulan ini. Awalnya, Alfa nampak sehat dan normal seperti kebanyakan bayi pada umumnya.
Namun entah apa penyebabnya, tiba-tiba Alfa mengalami sedikit demam dan kejang sehingga langsung dibawanya ke rumah sakit Handayani. “Dia sebelum sakit sangat ceria, bemain, dan berjalan. Ketika dia mengalami sakit dan kejang langsung saya bawa ke Handayani dan dirawat selama 13 hari. Kondisinya waktu di Handayani belum separah ini. Kondisinya mulai memburuk pasca dilakukan perawatan di Abdoel Moeloek Bandarlampung selama tujuh hari. Saya bawa pulang, akhirnya saya bawa ke Ryacudu,” terang ayah Alfa.
Hasil diagnosa dokter spesialis anak Ryacudu, kata Basor, putranya mengalami komplikasi TBC dan paru-paru yang mengganggu sistem saraf kanan dan kiri menyebabkan Alfa kejang-kejang. “Kata dokter, Alfa mengidap TBC. Sebelum dirujuk, maka harus disembuhkan terlebih dahulu TBC nya dan Alfa harus dirawat di rumah sakit Ryacudu hingga TBC nya sembuh baru dilakukan rujuk untuk pengobatan paru-parunya,” jelas Basor. (*/ardi)