
Lampung Utara (SL) – Salah satu penunjang pertumbuhan ekonomi suatu daerah, yakni adanya infrastruktur yang berkualitas. Hal ini sangat mempengaruhi guna peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) yang tentunya memiliki korelasi pada perbaikan taraf hidup masyarakat.
Terkait hal tersebut, keberadaan infrastruktur gorong-gorong yang menjadi akses penghubung antar Desa Sri Menanti Kec. Tanjungraja dengan Desa Ulak Rengas Kec. Abung Tinggi Kabupaten Lampung Utara (Kab. Lampura), terputus.
Saat awak media mendatangi lokasi gorong-gorong dimaksud, Rabu, (23/05/2018), bersama Kepala Desa Sri Menanti Kec. Tanjungraja, Makmun Murod, kondisi gorong-gorong tersebut sangat mengkhawatirkan. Tampak lubang besar menganga di tengah jalan sehingga kendaraan roda empat tidak dapat melewati jalan tersebut. Derasnya aliran air yang ada di bawahnya nampak jelas dari lubang besar dimaksud. Rekahan badan jalan juga nampak memperparah kondisi gorong-gorong.
“Gorong-gorong ini merupakan jalan alternatif terdekat yang menghubungkan warga yang berada di dua desa. Kondisi gorong-gorong yang sudah rusak parah ini tentu memutus akses jalan alternatif dua desa dan berakibat warga setempat harus memutar arah melalui jalan yang lebih jauh,” ujar Kades Sri Menanti, Makmun Murod, Rabu, (23/05/2018), saat menemani awak media memantau lokasi gorong-gorong tersebut.

Dikatakan Makmun Murod, mayoritas warga yang menempati dua desa itu berprofesi sebagai buruh, pedagang, dan petani/pekebun.
“Kecamatan Tanjungraja memiliki pasar mingguan. Selain itu, jantung Kecamatan Tanjungraja sangat berdekatan dengan Kecamatan Abung Tinggi apabila melalui akses jalan itu. Sementara, pasar mingguan yang ada di Kec. Tanjungraja menjadi salah satu tujuan warga untuk melakukan transaksi ekonomi,” ungkapnya.
Dengan terputusnya akses jalan penghubung dua desa tersebut, papar Makmun Murod, tentu sangat mempengaruhi kenyamanan warga pengguna jalan.
“Kami berharap, Pemkab. Lampura dapat meninjau secara langsung dan segera merealisasikan perbaikan gorong-gorong yang sudah rusak parah ini. Kami sudah berupaya untuk memperbaiki jalan ini seadanya, namun karena tidak menggunakan bahan baku yang berkualitas, saat ini kondisi gorong-gorong tersebut sudah tidak dapat dilalui oleh kendaraan,” harapnya.
Diakuinya, pihaknya bersama pamong Desa Ulak Rengas sudah pernah mengajukan permohonan untuk perbaikan gorong-gorong tersebut. Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda Pemkab. Lampura, melalui instansi terkait, untuk memperbaikinya.
“Yang paling berbahaya, jika sampai air meluap dan menutupi jalan. Tentu lubang gorong-gorong tersebut jadi ancaman serius bagi warga pengguna jalan,” pungkasnya. (ardi)