
Lampung Utara (SL) – Kesatuan Perempuan Lampung Utara (KEPAL) bersama Lembaga Advokasi Perempuan Damar menyelenggarakan kegiatan yang bertajuk Pendidikan Politik bagi Perempuan dan Dialog Bersama Kandidat Kepala Daerah Lampung Utara.
Kegitan yang mengambil tema Komitmen Cabup Lampura untuk Perempuan ini dilaksanakan di Gedung Korpri Kotabumi, pada 25-26 April 2018.
Dalam pantauan di lokasi kegiatan, tampak dihadiri Pengamat Perempuan dan Politik, Siti Noor Laila, SH, (Ketua Gerakan Perempuan Lampung); Pengamat Perempuan dan Kesehatan, Drs. Ikram, M.Si, (Akademisi Universitas Lampung); serta Pengamat Perempuan dan Pendidikan, DR. Sumarno, M.Pd, (Akademisi STKIP Muhammadiyah Kotabumi).
Sementara itu, narasumber yang merupakan kandidat Calon Kepala Daerah Kab. Lampura hanya dihadiri oleh Ice Suryana, Calon Wakil Bupati yang berpasangan dengan Calon Bupati Lampura, Hi. Aprozi Alam. Narasumber dari paslon nomor 3 (tiga) hanya diwakili oleh Tim Sukses. Sedangkan narasumber dari paslon nomor urut 1 (satu) berhalangan hadir karena suatu kepentingan.
Dalam kegiatan itu, disampkan visi dan misi yang menjadi komitmen Paslonkada Lampura saat terpilih dalam kontestasi Pilkada Serentak 27 Juni 2018 mendatang.
Dikatakan Pengamat Siti Noor Laila, Ketua Gerakan Perempuan Lampung, Pemerintah harus membuat kebijakan dan komitmen dengan membuat program yang terstruktur dan sistematis terhadap masa depan perempuan.
“Hal ini guna menjawab persoalan terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujar Siti Noor Laila.
Ditambahkannya, pemerintah hemdaknya melibatkan partisipasi perempuan dalam proses perencanaan pembangunan hingga evaluasi dan pelaporannya.
“Seringkali, kebijakan pemerintah hanya tersimpan dalam folder dan tidak diimplementasikan dengan nyata. Dan ini merupakan hal yang sangat memprihatinkan bagi perempuan,” tuturnya.
Selain itu, ungkap Siti, reperesentasi 30% keterwakilan perempuan dalam atmosfer politik harus menjadi barometer dalam keterlibatan di parlemen.
“Namun harus diwujudkan dengan memilih peremouan yang kredibel serta memiliki kemampuan yang memadai sehingga mampu memberikan perubahan yang signifikan,” jelas Siti.
Sementara itu, DR. Soemarno menyatakan, mencermati apa yang disampaikan narasumber kedua kandidat, memiliki visi dan misi yang baik.
“Tetapi, saya melihat, visi dan misi yang disampaikan tidak ada satupun yang mencantumkan secara eksplisit terhadap dunia pendidikan. Parameternya tidak ada. Sehingga dalam pelaksanaannya nanti tidak dapat terukur,” papar Sumarno, akademisi STKIP Muhammadiyah Kotabumi.
Dikatakannya, dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang dibutuhkan bukanlah sarana maupun kurikulun yang hebat, namun justru pendidiknya yang hebat.
“Peningkatan kualitas guru akan berdampak secara signifikan pada kualitas siswa didiknya,” papar Sumarno.
Setelah sesi penyampaian visi dan misi kandidat sebagai narasumber kegiatan, pemaparan pandangan para pengamat, kegiatan dimaksud dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak politik komitmen Calonkada Lampura terhadap perempuan dan anak. (ardi)