
Bandarlampung, sinarlampung.co – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Solar terus melanda Kota Bandar Lampung, Kamis (10/9/2026). Pemandangan antrean panjang kendaraan roda empat, truk angkutan barang, hingga mobil pribadi mengular di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sejak dini hari hingga petang.
Hasil penelusuran di lapangan menunjukkan antrean kendaraan memapar di berbagai titik strategis kota:
SPBU Jalan Sultan Agung: Antrean kendaraan mengular sejak pukul 08.00 WIB hingga mendekati persimpangan lampu merah.
SPBU Jalan Urip Sumoharjo: Antrean dua jalur memanjang hingga 300 meter dan memakan bahu jalan, memicu kemacetan serta mengganggu arus lalu lintas dan pedagang sekitar.
SPBU Jalan P. Antasari: SPBU dekat MCD dipadati antrean truk hingga mendekati flyover. Sementara SPBU di samping masjid tampak lengang akibat kehabisan stok.
SPBU Jalan P. Diponegoro (Sumur Batu): Pihak SPBU terpaksa membatasi dan menutup jalur antrean untuk menghindari teguran kepolisian akibat kemacetan parah.
SPBU Jalan Wolter Monginsidi (Pengajaran): Pengisian Solar terhenti akibat keterlambatan pengiriman pasokan dari distributor.
Sejumlah sopir truk mengaku rela mengantre sejak pukul 01.00 WIB dini hari demi mendapatkan kuota Solar agar tetap bisa bekerja membawa angkutan barang.
“Ya mau bagaimana lagi pak, kalau tidak jalan tidak dapat uang untuk cari nafkah. Kadang kami antre dari jam 1 malam sampai Subuh di SPBU Kemiling, kalau habis ya terpaksa putar balik,” ujar salah seorang sopir truk di SPBU Teuku Umar, Kamis (10/9/2026).
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT Pertamina Patra Niaga Sales Area Retail Lampung belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab pasti kelangkaan Solar yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Publik mendesak adanya penjelasan apakah fenomena ini dipicu oleh pengurangan kuota pasokan atau adanya dugaan penimbunan oleh oknum mafia BBM bersubsidi. (Red)