
JAKARTA, sinarlampung.co — Upaya pencarian lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau terus diintensifkan. TNI Angkatan Laut (TNI AL) mengerahkan tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) untuk menyisir area laut lepas di Selat Sunda.
Tiga kapal perang yang dikerahkan meliputi KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861. Armada utama ini difokuskan menyisir wilayah perairan dalam yang sulit dijangkau kapal-kapal kecil.
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Tunggul menegaskan, pengerahan kapal perang ini merupakan bentuk respons cepat instansi militer dalam misi kemanusiaan dan penyelamatan insan pers.
“Pengerahan unsur-unsur TNI AL tersebut merupakan bentuk respons cepat dalam membantu upaya pencarian dan pertolongan, khususnya para pewarta yang tengah menjalankan tugas jurnalistik di wilayah perairan,” ujar Tunggul dalam keterangan resminya.
Selain KRI, Pangkalan TNI AL (Lanal) Banten mendistribusikan KAL Anyer I.3-64 dan RHIB Peucang, sementara Lanal Lampung menerjunkan KAL Siaga untuk menyisir dari sektor utara sekaligus memantau perkembangan aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau.
memasuki hari kedua operasi SAR, sebanyak 250 personel gabungan telah membagi area pencarian menjadi lima sektor utama. Meski demikian, tim di lapangan menghadapi kendala cuaca ekstrem berupa gelombang tinggi mencapai 1 hingga 2 meter serta angin kencang.
Rombongan wartawan yang terdiri dari M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka.com), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), dan Donal (Freelance), bersama kapten kapal Warta, ABK Surakman, serta pemandu Heriyanto, sebelumnya bertolak dari Dermaga Pagedongan Carita pada Senin (7/9/2026) pukul 14.00 WIB. Kontak terakhir tercatat pada pukul 15.04 WIB usai salah satu jurnalis mengirimkan titik koordinat lokasi mereka. (Red)