
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Setelah sekitar 15 bulan menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung, Danang Suryo Wibowo, resmi pamit Ia resmi digantikan Taufan Zakaria, yang sebelumnya dilantik Kepala Kejaksaan Agung (Kajagung), ST Burhanudin pada Selasa (11/8/2026).
Dalam acara Pisah Sambut di Mahan Agung, Jumat (14/8/2026), Danang menyampaikan rasa syukur sekaligus mengenang pengalamannya selama di Lampung.
“Saya bersama istri merasakan 15 bulan ini sebuah anugerah untuk kami. Khususnya berbagai ilmu, wawasan, pengalaman yang berharga yang telah kami peroleh selama kami di sini, kami rasakan dan semakin mematangkan kami, baik kami sebagai pribadi, juga sebagai abdi negara, sebagai aparat penegak hukum, dan sebagai pimpinan di Korps Adhyaksa Kejaksaan Tinggi Lampung yang luas dan besar ini,” ungkap Danang.
Danang juga yakin, dengan pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki, Kajati yang baru mampu mendukung program pembangunan di Lampung.
“Beliau adalah casing-nya saja yang baru Pak Gub, kalau jeroan-nya sudah lama. Dari mulai Kasi, Kajari, Asisten, sampai sekarang Kajati. Kami yakin dengan pengalaman dan pengetahuan beliau tentang Provinsi Lampung akan sangat bermanfaat mendukung program pembangunan di Provinsi Lampung,” tambah Danang.
Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi Danang atas dedikasi, sinergi, dan integritas selama memimpin Kejati Lampung.
“Selama ini sinergi antara Pemda Provinsi Lampung dan Kejaksaan Tinggi telah berjalan dengan sangat baik. Kita selama setahun tiga bulan ini banyak sekali menghadapi persoalan bersama. Ada pembangunan yang harus dikawal, ada investasi yang butuh kepastian hukum, ada tata kelola pemerintahan yang harus terus diperbaiki, dan ada yang lebih penting yaitu kepercayaan masyarakat yang harus kita pertahankan,” ujar Gubernur.
Gubernur memaparkan, soliditas jajaran Forkopimda di bawah sinergi Kejati, TNI, Polri, dan Pemda telah memberikan dampak nyata bagi perekonomian daerah. Kolaborasi pengawalan program pangan dan pendampingan UMKM berhasil menempatkan pertumbuhan ekonomi Lampung di posisi nomor dua tertinggi di Sumatera, serta mendongkrak produksi jagung daerah naik ke peringkat tiga nasional dengan surplus panen mencapai 400 ribu ton.
“Dulu lihat gedung kejaksaan takut, sekarang senang, apalagi UMKM dan wong cilik yang butuh bantuan hukum. Terima kasih Mas Danang, selama setahun tiga bulan ini mendampingi kami menghadirkan negara di hati masyarakat Provinsi Lampung,” tuturnya.
Gubernur juga mengucapkan selamat datang kepada Kajati Lampung yang baru, Taufan Zakaria beserta keluarga. Gubernur optimistis kepemimpinan baru di Korps Adhyaksa Lampung akan semakin memperkokoh stabilitas hukum dan mempercepat laju pembangunan.
“Bagi kami, pembangunan dan penegakan hukum bukanlah dua hal yang dipertentangkan, justru keduanya harus berjalan seiringan. Kami percaya kalau kepastian hukum terjaga, investasi akan tumbuh. Kalau investasi tumbuh, lapangan pekerjaan terbuka. Kalau lapangan pekerjaan bertambah, ekonomi masyarakat ikut bergerak. Karena itu penegakan hukum adalah bagian dari pembangunan,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur menegaskan kesiapan Pemerintah Provinsi Lampung untuk terus menjadi mitra kerja yang transparan, terbuka, dan kolaboratif bagi Kejaksaan Tinggi.
“Pemerintah Provinsi Lampung siap menjadi mitra yang terbuka. Kalau ada yang perlu dikomunikasikan dan dikoordinasikan, kita selesaikan bersama. Kalau ada yang perlu diperbaiki, kita perbaiki bersama. Karena tujuan kita sama. membangun pemerintahan yang bersih, memberikan kepastian hukum, mendorong investasi, dan menghadirkan rasa aman dan adil di tengah masyarakat,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kajati Lampung yang baru, Taufan Zakaria, menyampaikan kesiapannya untuk langsung bekerja cepat melanjutkan capaian positif dan memperkuat kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan daerah.
“Dalam perjalanan tadi saya melihat Lampung ini seperti metropolitan yang sedang berkembang dengan pembangunan yang sangat pesat. Saya berkeinginan melanjutkan tugas yang sudah dilaksanakan oleh sahabat saya Pak Danang. Jadi besok saya langsung on bekerja bersama jajaran untuk berbuat yang terbaik bagi masyarakat,” tegas Taufan Zakaria.
Taufan juga menegaskan kesiapan jajaran Kejati Lampung dalam mengawal Proyek Strategis Nasional (PSN), pengamanan aset, serta pendampingan Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun).
“Kapasitas kami baik secara institusi maupun intelijen, perdata dan tata usaha negara (Datun), siap memberikan pertimbangan dan pendampingan hukum. Pengamanan bukan cuma fisik, tetapi kepastian hukum regulasi agar tercipta iklim yang kondusif untuk pembangunan masyarakat Provinsi Lampung,” ujarnya. (*)