
Lampung Timur, sinarlampung.co – Masyarakat Dusun 3 Sidorahayu, Kecamatan Waway Karya, Kabupaten Lampung Timur. mengeluhkan kondisi arus listrik di wilayah mereka yang selama ini sangat tidak stabil. Gangguan ini bahkan sudah menimbulkan kerugian materiil bagi warga dan mengancam sektor pertanian.
Saat dikonfirmasi Jumat (10/7/2026), Hay Rusdi (36) mengatakan masalah ini sudah berlangsung sekitar tiga tahun. Arus yang sering turun daya merusak banyak peralatan rumah tangga.
“Dalam enam bulan ini saya sudah dua kali beli pompa sibel untuk sumur bor. Bukan cuma saya, punya Sholihin baru dua bulan pakai sudah rusak, punya Yudi juga rusak. Banyak warga di sini yang mengalami hal sama,” ungkap Rusdi.
Kondisi ini terasa makin berat di musim kemarau saat ini, di mana warga sangat bergantung pada sumur bor untuk kebutuhan air. Gangguan terparah terjadi setiap pukul 16.00 hingga 21.00 WIB, serta pukul 04.00 hingga 09.00 pagi.
“Kalau mau pakai listrik kami harus mengurangi beban, mencabut kulkas atau mesin lainnya. Masak pakai rice cooker bisa sampai tiga jam matangnya, kulkas tak dingin, mesin cuci tak terpakai. banyak Mesin Sedot Air ( sanyo) rusak, Dulu saya jual es krim, semuanya pernah meleleh,” keluhnya. Warga berharap PLN segera menambah daya agar tak terus merugi.
Kepala Desa Sidorahayu, Suyitno, membenarkan keluhan ini sudah lama disampaikan warga. Di Dusun 3 terdapat sekitar 190 rumah pelanggan listrik, belum termasuk kebutuhan sumur bor di lahan pertanian.
“Bukan cuma kerusakan alat rumah tangga, dampak ke pertanian mengkhawatirkan. Sekitar 80 hektar sawah terancam kekeringan karena warga tak bisa maksimal mengairi lewat sumur bor,” jelasnya.
Ia juga mengaku sudah beberapa kali mengajukan penambahan daya ke pihak terkait, namun sampai kini belum terealisasi.
“Saya berharap PLN segera berikan solusi terbaik, minimal menambah daya, supaya tak ada lagi kerugian dan keluhan dari masyarakat Sidorahayu,” harap Suyitno. (*)