
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Tiga Presidium dan Pengurus Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Wilayah Lampung Masa Bakti 2026-2031 dijadwalkan akan menjalani pelantikan pada 2 Juli 2026. Acara yang berlangsung di Mahan Agung itu akan dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.
Selain Gubernur, Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Koordinator Presidium FORHATI Nasional dan seluruh stakeholder Mitra Kerja FORHATI Lampung turut diundang dalam agenda penting tersebut.
Adapun tiga Presidium FORHATI Lampung yang akan dilantik besok adalah Efa Rodiah Nur (Dekan Fakultas Syariah UIN Raden Intan), Elvira Umihanni (Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung) dan Hayati Nufus (Kepala SMA Negeri 9 Bandar Lampung).
Jelang pelantikan besok, Efa Rodiah Nur menyampaikan program kerja apa saja yang akan dijalankan dirinya bersama dua di periode terbaru ini.
Selain berkomitmen meneruskan program kerja yang telah berjalan sebelumnya, FORHATI Lampung di periode terbaru akan fokus pada pemberdayaan perempuan.
“Ke depan selain melanjutkan program kerja yang sebelumnya sudah ada ke depan kami akan fokus juga untuk program-program baru yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan. Seperti peningkatan kapasitas perempuan melalui pelatihan sehingga dapat memberikan nilai tambah kepada para perempuan terutama yang kurang mampu atau berada dibawah garis kemiskinan,” ungkap Efa.
Diketahui, Efa merupakan salah satu presidium FORHATI Lampung yang telah menjabat selama dua periode. Hal ini menjadi modal besar bagi FORHATI Lampung memiliki program kerja secara berkelanjutan dan berdampak bagi masyarakat.
Selain menghadiri prosesi pelantikan besok, Gubernur Lampung juga akan memberikan stadium general dengan tema “Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045″. Acara pelantikan juga akan dimeriahkan dengan peluncuran Kartu Anggota bagi Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Wilayah Lampung.
“Kehadiran FORHATI Lampung merupakan bagian dalam melanjutkan mission HMI yaitu Terbinanya insan akademis, pencipta, pengabdi, yang bernafaskan Islam dan bertanggung jawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridai Allah SWT,” Tutup Efa. (*)