
Bandarlampung, sinarlampung.co – Keluarga besar aktivis eksponen gerakan mahasiswa 1998 Provinsi Lampung menggelar konferensi pers dan konsolidasi ideologis di Bandar Lampung. Agenda tersebut menyoroti pentingnya transisi dari reformasi politik menuju transformasi demokrasi ekonomi, serta menyatakan dukungan terhadap kebijakan strategis pemerintah pusat dalam memberantas praktik ekonomi oligarki (serakah-nomics).
Hadir dalam konsolidasi tersebut Utusan Pusat eksponen ’98 Jakarta, Suprianto, S.T., M.M., bersama tokoh-tokoh kunci gerakan ’98 Lampung seperti Abu Hasan, S.H. (Acan), Dr. Budiono, S.H., serta puluhan aktivis lintas sektoral Bumi Ruwa Jurai.
Utusan Pusat Eksponen ’98, Suprianto, S.T., M.M., menyatakan bahwa setelah hampir tiga dekade berjalan, iklim demokrasi politik saat ini dinilai belum sepenuhnya berhasil memberikan kesejahteraan konkret dan keadilan sosial yang merata bagi rakyat.
”Gerakan ’98 belum selesai. Perjuangan kita hari ini harus naik kelas, mengawal transisi dari Reformasi Politik menuju Transformasi Demokrasi Ekonomi,” ujar Suprianto saat menyampaikan prolog di hadapan awak media.
Suprianto menilai, arah kebijakan strategis pemerintah saat ini di bawah Presiden Prabowo Subianto memiliki keselarasan ideologis dengan manifesto perjuangan mahasiswa 1998. Salah satu poin krusial yang disorot adalah ketegasan negara dalam mengambil alih aset dan lahan yang dikuasai oligarki secara ilegal.
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam konferensi pers, saat ini negara telah mengambil alih sekitar 5 juta hektar lahan dari penjarahan hutan dan penggusuran ilegal. Eksponen ’98 mendesak agar lahan-lahan tersebut nantinya dikelola bersama rakyat melalui wadah koperasi dan pemanfaatan APBN dioptimalkan untuk subsidi publik.
Di tingkat daerah, momentum ini juga digunakan eksponen ’98 Lampung untuk mempererat konsolidasi guna memetakan persoalan agraria, ketimpangan ekonomi, serta isu korupsi lokal di Provinsi Lampung agar selaras dengan agenda pembenahan nasional.
Konferensi pers ini dihadiri oleh puluhan tokoh eksponen gerakan ’98 Lampung dari berbagai latar belakang profesi, antara lain penasihat hukum Abi Hasan Muad, S.H., akademisi Dr. Ari Kurniawan, pelaku ekonomi M. Adi Satria Jaya, S.E., serta penggerak lapangan Iswan Marjuli (Agan). Para aktivis menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi mitra kritis sekaligus pengawal kebijakan yang berpihak pada kemaslahatan rakyat. (Red)