
Lampung Barat, sinarlampung.co – Penggunaan Pupuk Hayati Cair (PHC) disebut mulai menunjukkan hasil nyata di sektor perkebunan kopi. Salah satunya terlihat di kawasan Hanakau, Kabupaten Lampung Barat. Tanaman kopi yang menggunakan PHC mengalami pertumbuhan lebih cepat, sehat, dan berbunga lebih awal dibandingkan sebelumnya.
Kebun kopi seluas 10 hektare tersebut telah memanfaatkan PHC pada lahan sekitar dua hektare sejak 2025. Hasilnya dinilai memuaskan oleh pengelola kebun karena memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan tanaman.
Penjaga kebun kopi Hanakau, Ali Sopian, mengatakan sejak menggunakan PHC, perkembangan tanaman kopi terlihat jauh lebih baik.
“Sejak memakai PHC pada tahun 2025, pertumbuhan tanaman lebih cepat dan kondisinya lebih bagus. Hasilnya sangat memuaskan,” ujar Ali saat mendampingi kunjungan lapangan, Rabu (1/7/2026).
Ia menjelaskan, tanaman kopi yang baru berusia sekitar lima bulan sudah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Selain tumbuh lebih subur, tanaman juga lebih cepat memasuki fase berbunga, sehingga diharapkan mampu mempercepat masa produktif kebun.
Tidak hanya pada kopi robusta, penerapan PHC juga dilakukan pada sekitar 200 batang kopi arabika. Menurut Ali, hasilnya pun tidak kalah baik. Tanaman terlihat lebih sehat, pertumbuhannya lebih optimal, dan memiliki prospek produksi yang menjanjikan.
Untuk memastikan efektivitas program tersebut, Tim Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Lampung turun langsung meninjau lokasi kebun kopi di Hanakau. Kunjungan itu bertujuan melihat perkembangan tanaman sekaligus mengevaluasi implementasi PHC di lapangan.
Hasil peninjauan menunjukkan bahwa penggunaan PHC memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan tanaman kopi. Temuan tersebut menjadi bukti bahwa pemanfaatan pupuk hayati mampu mendukung peningkatan produktivitas perkebunan secara berkelanjutan sekaligus menjaga kesehatan tanah.
Keberhasilan kebun kopi Hanakau diharapkan menjadi contoh bagi petani kopi lainnya di Lampung untuk mulai menerapkan teknologi budidaya yang lebih ramah lingkungan dan efisien. Dengan pertumbuhan tanaman yang lebih cepat serta potensi peningkatan hasil panen, PHC dinilai mampu menjadi salah satu solusi dalam memperkuat daya saing komoditas kopi Lampung di pasar nasional maupun internasional. (*)