
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela meyakini kolaborasi Hexahelix dapat menjadi solusi untuk mengatasi kesenjangan kualitas dan kompetensi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) antara wilayah perkotaan dan daerah terpencil.
Keyakinan itu disampaikan Jihan saat menerima kunjungan kerja Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Lampung, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), di ruang kerjanya, Rabu (3/6/2026).
Menurut Jihan, peningkatan kualitas GTK merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan sumber daya manusia unggul yang mampu menghadapi tantangan global dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. Namun, upaya tersebut harus dibarengi dengan pemerataan akses pengembangan kompetensi bagi seluruh guru dan tenaga kependidikan.
Ia menegaskan tidak boleh ada lagi perbedaan akses terhadap pelatihan, pendampingan, dan pengembangan kapasitas antara GTK yang bertugas di wilayah perkotaan dengan mereka yang berada di daerah terpencil.
Menurutnya, kolaborasi Hexahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, komunitas, media, masyarakat, dan lembaga keuangan dapat memperluas jangkauan program pengembangan kompetensi hingga ke wilayah yang selama ini masih memiliki keterbatasan akses.
“Guru dan tenaga kependidikan memiliki peran strategis dalam membentuk karakter, kompetensi, dan daya saing generasi penerus bangsa. Karena itu, peningkatan kapasitas GTK harus menjadi perhatian bersama dengan melibatkan seluruh elemen yang ada,” ujar Jihan.
Ia menjelaskan perkembangan teknologi yang semakin pesat menuntut para pendidik untuk terus beradaptasi dan meningkatkan kapasitas diri, khususnya dalam pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung proses pembelajaran yang lebih efektif, kreatif, dan inovatif.
Karena itu, kata Jihan, transformasi pendidikan tidak dapat dijalankan oleh pemerintah semata. Diperlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan melalui kolaborasi Hexahelix agar peningkatan kompetensi guru dapat berlangsung lebih merata dan berkelanjutan.
Dengan keterlibatan berbagai pihak, program pelatihan dan pengembangan kapasitas guru diharapkan mampu menjangkau daerah-daerah yang selama ini menghadapi keterbatasan sarana maupun akses. Langkah tersebut dinilai penting untuk mewujudkan pemerataan kualitas pendidikan di Lampung.
Jihan juga mengapresiasi inisiatif BGTK Provinsi Lampung dalam memperkuat ekosistem pendidikan serta meningkatkan kapasitas guru secara berkelanjutan melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, dan pengembangan profesional.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi Lampung akan terus mendukung berbagai program peningkatan mutu pendidikan sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia. (*)