
LAMPUNG UTARA, sinarlampung.co – Harapan warga Desa Karya Sakti dan Desa Purba Sakti, Kecamatan Abung Surakarta, untuk menikmati akses air bersih berujung kekecewaan. Proyek Peningkatan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) jaringan perpipaan tahun anggaran 2025 senilai miliaran rupiah diduga dikerjakan asal-asalan dan kini mangkrak tak berfungsi.
Proyek yang berada di bawah naungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Lampung Utara ini ditengarai hanya mengejar keuntungan fisik tanpa memastikan azas manfaat bagi masyarakat.
Berdasarkan data yang dihimpun, kedua desa tersebut masing-masing mendapatkan dua titik pembangunan SPAM pada tahun 2025. Total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp910 juta per desa, dengan target 130 Sambungan Rumah (SR) per titik.
Namun, memasuki tahun 2026, kondisi di lapangan menunjukkan pemandangan kontras: Instalasi pipa dan tandon air yang telah terpasang sama sekali tidak mengalirkan air ke rumah warga.
Di Desa Purba Sakti, air hanya sempat mengalir selama dua hari setelah proyek rampung, kemudian mati total hingga saat ini. Warga menduga kualitas pekerjaan tidak sesuai spesifikasi teknis dan kontraktor hanya mengejar pencairan anggaran.
Kekecewaan Warga dan Desakan Audit
Paidi, warga Desa Karya Sakti, mengungkapkan kekecewaannya karena fasilitas bernilai ratusan juta tersebut kini hanya menjadi “pajangan”. “Awalnya kami senang, tapi sampai sekarang tidak berfungsi. Terkesan hanya dikerjakan asal jadi saja,” ujarnya.
Merespons kegagalan proyek ini, masyarakat mendesak Inspektorat dan aparat penegak hukum (APH) segera turun ke lapangan. Audit diperlukan untuk memeriksa kualitas bangunan serta menelusuri aliran dana proyek yang mencapai miliaran rupiah tersebut.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak Dinas Perkim Lampung Utara maupun kontraktor pelaksana belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab tidak beroperasinya SPAM di wilayah Abung Surakarta. (Red)