
Pesawaran, sinarlampung.co – Pengelolaan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) di Puskesmas Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, menuai sorotan. Limbah medis diduga tak dikelola sesuai prosedur, sehingga menimbulkan bau busuk menyengat dan belatung. Warga pun resah.
Pantauan di lapangan menunjukkan tumpukan sampah yang diduga berasal dari aktivitas medis. Limbah itu dibiarkan terbuka, tanpa penanganan khusus. Akibatnya, bau tak sedap tercium hingga ke permukiman warga.
“Baunya sangat menyengat, apalagi siang hari. Kami khawatir bisa menimbulkan penyakit,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Limbah B3 medis diketahui memiliki risiko tinggi. Di dalamnya bisa terkandung bahan infeksius, zat kimia berbahaya, hingga benda tajam. Karena itu, pengelolaannya diatur ketat oleh Kementerian Kesehatan dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Warga menilai, jika dugaan ini benar, maka telah terjadi kelalaian. Dampaknya bukan hanya pencemaran lingkungan, tetapi juga ancaman serius bagi kesehatan masyarakat.
Atas kondisi tersebut, warga mendesak Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta aparat penegak hukum untuk turun langsung ke lokasi. Mereka meminta dilakukan pemeriksaan dan penindakan tegas jika ditemukan pelanggaran.
“Kami berharap sistem pengelolaan limbah medis di fasilitas kesehatan diperbaiki. Jangan sampai kejadian serupa terulang,” kata salah satu tokoh masyarakat.
Namun, pihak Puskesmas Kedondong membantah tudingan tersebut. Kepala Puskesmas Kedondong, Oji, menyatakan bahwa sampah yang dipermasalahkan bukan limbah B3.
“Yang diambil gambarnya itu bukan sampah B3. Itu sampah rumah tangga. Memang tertulis B3, tapi isinya tidak ada limbah B3,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya.
Ia mengaku menerima kritik tersebut sebagai bahan evaluasi. Menurutnya, limbah B3 di Puskesmas Kedondong memiliki tempat khusus dan dikelola terpisah.
“Terima kasih atas kritiknya. Ini jadi bahan perbaikan agar ke depan tidak terjadi lagi,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada hasil pemeriksaan dari dinas terkait. Sementara warga berharap fasilitas kesehatan tetap menjadi tempat yang melindungi, bukan sumber ancaman bagi lingkungan dan kesehatan. (Mahmudin)