
Serang, sinarlampung.co – Warga Kampung Kebasiran, Kelurahan Sawah Luhur, Kota Serang, kembali harus menghadapi banjir yang merendam permukiman mereka. Ketinggian air dilaporkan mencapai lutut orang dewasa dan terus meningkat seiring meluapnya sungai di sekitar kawasan tersebut.
Banjir tersebut diduga dipicu oleh kondisi sungai yang telah mengalami pendangkalan dan belum dinormalisasi selama puluhan tahun. Akibatnya, air dengan mudah meluap saat hujan deras mengguyur wilayah itu.
Pantauan di lokasi menunjukkan genangan air terus bertambah. Namun hingga berita ini diturunkan, belum terlihat adanya pihak dari pemerintah kelurahan maupun Pemerintah Kota Serang yang turun langsung ke lapangan untuk meninjau kondisi warga terdampak.
Seorang warga berinisial SM mengatakan banjir di Kampung Kebasiran sudah menjadi peristiwa rutin yang terjadi setiap tahun. Warga, kata dia, telah berulang kali mengajukan permohonan kepada pemerintah agar dilakukan pengerukan sungai yang kini semakin dangkal.
“Banjir ini sudah langganan setiap tahun. Kami sudah berkali-kali mengajukan permohonan agar sungai dikeruk. Wali Kota Serang Budi Rustandi pernah menjanjikan normalisasi sungai pada 2026. Ya, kita lihat saja nanti, apakah benar direalisasikan atau tidak,” ujar SM.
SM menambahkan, kondisi sungai saat ini semakin sempit dan dangkal. Menurutnya, sisa material pembongkaran bangunan liar di bantaran sungai yang tidak segera dibersihkan turut memperparah aliran air.
“Bangunan liar memang sudah dibongkar, tapi tidak langsung dikeruk. Sampah dan sisa bongkaran itu akhirnya menghambat aliran air. Beginilah nasib kami, selalu kebanjiran,” tuturnya.
Warga berharap Pemerintah Provinsi Banten dapat turun tangan menangani persoalan tersebut, mengingat hingga kini belum ada langkah nyata dari Pemerintah Kota Serang yang dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak. (Suryadi)