
Kota Metro, sinarlampung.co – Warga RW 10 RT 27A, Kelurahan Hadimulyo Timur, Kecamatan Metro Pusat, Herman alias Basuni (56), menjadi korban dugaan penipuan transaksi jual beli sepeda motor melalui media sosial. Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp3 juta.
Kepada Sinarlampung.co, Sabtu (4/7/2026), Herman mengatakan, awalnya ia melihat unggahan di Facebook yang menawarkan sebuah motor Beat tahun 2023 seharga Rp9 juta. Dalam unggahan itu, penjual mencantumkan foto kendaraan, kelengkapan surat berupa BPKB dan STNK, serta nomor telepon yang dapat dihubungi.
Saat ditemui di sela kegiatannya sebagai panitia khitanan putra tetangganya di Jalan Buway Pernong, Herman mengaku tertarik dengan penawaran tersebut. Ia kemudian menghubungi nomor telepon yang tertera di unggahan Facebook itu.
“Setelah saya melihat motor tersebut, saya merasa tertarik untuk membelinya. Kemudian saya menghubungi nomor telepon yang tercantum di Facebook. Kami sepakat dengan harga Rp9 juta, tetapi saya diminta mentransfer uang Rp3 juta terlebih dahulu sebagai tanda jadi. Pelunasannya akan dilakukan setelah motor diantar ke rumah,” ujarnya.
Herman menuturkan, usai mentransfer uang Rp3 juta melalui BRILink, ia menunggu motor yang dijanjikan akan diantar ke rumahnya pada siang hari. Namun beberapa jam kemudian, orang yang mengaku sebagai pemilik motor kembali menghubunginya dan meminta tambahan uang Rp3 juta.
“Dia meminta saya mengirim uang Rp3 juta lagi dengan alasan untuk biaya transportasi karena jarak pengantaran motor ke rumah saya cukup jauh,” kata Herman.
Saat itulah Herman mulai menyadari dirinya menjadi korban penipuan. Ia kemudian mencoba menghubungi kembali nomor telepon tersebut, namun sudah tidak aktif.
“Di saat itu baru saya sadar kalau saya sedang ditipu. Saya coba menghubungi nomor telepon itu lagi, tetapi sudah tidak aktif,” pungkasnya.
Herman mengimbau masyarakat, khususnya warga Kota Metro, agar lebih berhati-hati saat membeli kendaraan melalui media sosial.
“Saya menghimbau kepada seluruh masyarakat Kota Metro agar berhati-hati kalau mau membeli kendaraan melalui Facebook. Pastikan semuanya jelas agar tidak menjadi korban seperti yang saya alami. Karena kurang teliti dan terlena, saya mengalami kerugian Rp3 juta,” ucapnya. (Tabrani)