
Bandar Lampung, sinarlampung.co – Jembatan Kali Nughik, aset milik Pemerintah Provinsi Lampung di Kabupaten Tulang Bawang Barat, ambruk pada Rabu dini hari. Pondasi jembatan tidak mampu menahan derasnya arus sungai yang meningkat akibat hujan dengan intensitas tinggi.
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal langsung merespons dengan memerintahkan Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK) turun ke lokasi. Ia menegaskan akses masyarakat tidak boleh terputus terlalu lama.
Menindaklanjuti instruksi tersebut, Kepala Dinas BMBK bersama tim melakukan pengecekan struktur, memasang rambu pengalihan arus, serta menyiapkan langkah penanganan darurat sebelum perbaikan permanen dimulai.
Ambruknya jembatan itu berdampak pada akses sejumlah tiyuh, seperti Gunung Katun Tanjungan, Gunung Katun Malai, hingga Karta. Warga terpaksa memutar melalui jalur Kagungan Ratu menuju Panaragan Jaya, rute yang lebih jauh dan menambah waktu tempuh.
Kepala Tiyuh Gunung Katun Tanjungan, Laili, mengatakan sejak pagi ia bersama warga berjaga di sekitar lokasi untuk mencegah pengendara nekat melintas. “Kami khawatir ada masyarakat yang tidak tahu dan tetap melintas. Ini sangat berbahaya,” ujarnya.
Gubernur Mirza memastikan penanganan dilakukan secara terstruktur. Ia meminta BMBK bersama Pemkab Tulang Bawang Barat memperkuat pengamanan lokasi, menyiapkan jalur alternatif resmi, serta mempercepat analisis kebutuhan perbaikan.
Fokus pemerintah saat ini adalah menjaga konektivitas masyarakat dan memastikan jembatan dapat dibangun kembali dengan standar yang lebih kuat dan aman. (*)