
Lampung Timur, sinarlampung.co – Ironi pembangunan infrastruktur kembali mencuat di Lampung Timur. Sebuah jalan penghubung vital yang menghubungkan Kabupaten Lampung Timur dengan Lampung Selatan, tepatnya antara Desa Sidorahayu, Kecamatan Waway Karya, dan Desa Sinar Pasma, Kecamatan Candipuro, mengalami kerusakan parah dan terabaikan selama hampir dua dekade. Kondisi ini memicu keluhan dan kekecewaan mendalam dari masyarakat setempat.
Jalan sepanjang sekitar 200 meter ini merupakan urat nadi perekonomian dan mobilitas warga. Sebagai jalur alternatif, jalan ini digunakan untuk mengangkut hasil pertanian, mempermudah akses anak sekolah, serta menjadi penghubung penting menuju pasar dan Pulau Jawa. Namun, kondisi jalan yang rusak parah telah menghambat aktivitas sehari-hari dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Menurut penuturan warga, kerusakan jalan semakin parah saat musim hujan tiba. Jalan berubah menjadi kubangan lumpur dan genangan air,sehingga mengakibatkan pengendara motor tergelincir jatoh, menyulitkan kendaraan melintas dan meningkatkan risiko kecelakaan. Akibatnya, anak-anak sekolah sering terlambat, biaya transportasi meningkat, dan perputaran ekonomi melambat.
Sodik (55), seorang warga Desa Sidorahayu, mengungkapkan kekecewaannya kepada awak media pada Rabu, 19 November 2025.
“Jalan penghubung antar dua kabupaten ini sudah sekitar dua puluh tahun tidak pernah diperbaiki. Saya asli warga sini, dari anak saya kecil sampai sekarang sudah besar, jalan belum juga dibenahi. Jalan ini sangat penting bagi kami, untuk perputaran ekonomi masyarakat,” ujarnya dengan nada prihatin.
Sodik menambahkan bahwa setiap hari, jalan ini dilalui oleh banyak kendaraan, termasuk anak sekolah dan pengangkut hasil panen ke pasar Candipuro dan Sidomulyo di Lampung Selatan.
“Jalan ini adalah jalur terdekat bagi kami. Harapan kami sebagai masyarakat kepada pemerintah daerah, terutama bupati dan anggota DPRD, tolong dengarkan suara kami. Perbaiki jalan kami supaya kami mudah untuk mengambil hasil panen dan perputaran ekonomi kami lebih meningkat,” pintanya.
Keluhan serupa juga disampaikan oleh Ali (39), warga Sidorahayu lainnya. Ia menyayangkan lambatnya respons pemerintah daerah dalam memperbaiki jalan penghubung ini.
“Saya berharap pemerintah cepat merespon kemauan masyarakat, cepat diperbaiki jalannya. Karena jalan ini bukan hanya untuk masyarakat Sidorahayu dan Sinar Pasma, tetapi hampir semua warga Kecamatan Waway Karya yang mau ke pasar, sekolah, bahkan yang mau ke Pulau Jawa, karena jalan inilah yang paling terdekat,” ungkapnya.
Kondisi jalan yang memprihatinkan ini menjadi bukti nyata ketidakadilan pembangunan infrastruktur di daerah. Masyarakat berharap pemerintah daerah segera mengambil tindakan konkret untuk memperbaiki jalan ini, sehingga aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat sapat Perbaikan jalan ini bukan hanya sekadar memperbaiki infrastruktur fisik, tetapi juga memulihkan harapan dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. (Waluyo)