
Lampung Timur, sinarlampung.co – Aksi pencurian kabel tembaga milik PT PLN (Persero) kembali marak di wilayah hukum Kabupaten Lampung Timur. Kali ini, gardu trafo mobile PLN yang terletak di Desa Terbanggi Marga, Kecamatan Sukadana, dibobol kawanan maling pada Sabtu (20/6/2026) sekira pukul 03.30 WIB.
Harga Tembaga Melambung, Gardu PLN di Purworejo Lampung Timur Jadi Sasaran Maling Kabel
Lampung Timur Darurat Maling Kabel Gardu Sepekan 3 TKP, Pelaku Diduga Profesional Paham Kelistrikan
Polisi Gencar Buru Pencuri Kabel PLN di Lamtim
Dalam melancarkan aksinya, pelaku memotong dan menggasak seluruh kabel tembaga trafo hingga tidak tersisa. Akibat insiden sabotase ini, pasokan listrik ke rumah-rumah warga di kawasan Desa Terbanggi Marga sempat padam total.
Mendapat laporan tersebut, tim teknis PLN langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan perbaikan darurat dan mengganti komponen kabel yang raib guna memulihkan kembali aliran listrik ke masyarakat.
Aksi kriminalitas ini bukan yang pertama kali terjadi. Hanya berselang satu bulan sebelumnya, kasus serupa juga menimpa gardu listrik PLN yang berada tepat di depan Kantor NU Mataram Marga, Jalan Hanafiah, Desa Mataram Marga, Kecamatan Sukadana. Modus operandi yang digunakan pelaku dinilai sama, yakni mengincar material tembaga berharga tinggi di dalam komponen gardu.
Berdasarkan catatan penegakan hukum, wilayah Lampung Timur memang kerap menjadi sasaran empuk sindikat spesialis ini. Pada Oktober 2024 lalu, Polres Lampung Timur bersama Polsek Labuhan Maringgai sebenarnya sempat membekuk empat orang kawanan spesialis pencuri kabel jaringan listrik.
Pada kasus dua tahun silam itu, polisi menyita 32 meter kabel tembaga hasil curian di Desa Muara Gading Mas, berikut alat duga berupa dua unit mobil, senter, dan lakban.
Berulangnya kasus pembobolan gardu listrik dalam dua bulan terakhir ini menjadi alarm keras bagi aparat kepolisian dan pihak PLN untuk memperketat pengamanan objek vital, mengingat dampaknya yang merugikan material perusahaan sekaligus mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat akibat pemadaman massal. (Rudi Zen Antoni/*)