
Kota Metro, sinarlampung.co – Fakultas Ilmu Komputer Universitas Muhammadiyah (UM) Metro menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Peninjauan Kurikulum 2025 Program Studi S1 Ilmu Komputer” di Aula Gedung KH Mas Mansyur, Lantai 3 Kampus 3 UM Metro.
Kegiatan ini dihadiri oleh narasumber dari Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) Wilayah Lampung serta Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Metro. Turut hadir Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Sumber Daya Manusia Dr. Rahmad Bustanul Anwar, Dekan Fakultas Ilmu Komputer Sudarmaji, M.MKom, dosen, alumni, dan para pemangku kepentingan (stakeholder).
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Ilmu Komputer Sudarmaji menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini merupakan langkah strategis untuk menyesuaikan kurikulum dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja.
“Tujuan kegiatan ini adalah memperbarui kurikulum agar selaras dengan perkembangan industri dan kebutuhan lapangan kerja. Kurikulum baru nantinya berbasis Outcome-Based Education (OBE), sehingga capaian pembelajaran lulusan benar-benar sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan di dunia industri,” ujarnya.
Sudarmaji menambahkan, pihaknya berkomitmen menghasilkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga siap terserap di dunia kerja.
“Kami berharap lulusan Ilmu Komputer UM Metro mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan memiliki daya saing tinggi. Untuk itu, kami juga menggandeng berbagai lembaga dan asosiasi, termasuk APTIKOM, dalam menyusun arah kurikulum yang relevan,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor I Dr. Rahmad Bustanul Anwar menyampaikan bahwa FGD ini merupakan tindak lanjut dari implementasi Permendikti Saintec Nomor 39 Tahun 2025 tentang pengelolaan program studi.
“Program Studi Ilmu Komputer sudah menggunakan kurikulum 2020, dan saat ini waktunya dievaluasi. FGD ini penting untuk melihat apa yang sudah tercapai dan apa yang perlu disempurnakan. Hasilnya akan menjadi dasar bagi kurikulum baru yang berlaku empat tahun ke depan,” jelasnya.
Ia juga berharap para alumni dan stakeholder dapat memberikan masukan yang konstruktif bagi penyusunan kurikulum baru.
“Kami harap masukan dari para pengguna lulusan bisa membantu tim kurikulum memperkirakan kebutuhan mata kuliah dan kompetensi mahasiswa. Dengan begitu, lulusan nanti benar-benar siap memasuki dunia kerja,” ujarnya.
Diskusi berjalan interaktif dengan berbagai masukan dari para narasumber, alumni, dan stakeholder. Mereka menyoroti pentingnya kurikulum yang adaptif terhadap kemajuan teknologi digital serta kebutuhan industri berbasis data dan kecerdasan buatan (AI).
FGD ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam memperkuat kualitas pendidikan dan menyiapkan lulusan Ilmu Komputer UM Metro yang berdaya saing tinggi, inovatif, dan siap menghadapi tantangan global. (Shodiq)