
Lampung Timur, sinarlampung.co — Hari ini, rabu 22 Oktober 2025, jadi momen bersejarah dimana bangsa ini memperingati Hari Santri Nasional, sebuah momentum penting untuk mengenang peran besar kaum santri dalam sejarah perjuangan kemerdekaan dan pembangunan negeri.
Peringatan ini bukan sekadar seremonial, tetapi juga pengingat akan semangat jihad, nasionalisme, serta kontribusi nyata santri dalam memperjuangkan dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Melalui Keppres no 22 tahun 2016, momentum bersejarah tersebut yang menjadi dasar pada setiap tanggal 22 Oktober Bangsa ini memperingatinya sebagai Hari Santri Nasional.
Sejarah Hari Santri Dan Peranya dalam Membangun NKRI
Bertempat di Surabaya, pada tanggal 22 Oktober tahun 1945 “Resolusi Jihad” yang dikumandangkan oleh KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU) menyeru bahwasanya, membela tanah air dari penjajah adalah bagian dari jihad fi sabilillah, serta menjadi kewajiban setiap muslim yang mampu memanggul senjata untuk berjuang bersama.
Maklumat “Revolusi Jihad” KH. Hasyim Asy’ari menjadi pemantik dan menjadi pengobar semangat perlawanan rakyat dan kaum santri terhadap tentara sekutu dan NICA. Sehingga, kemudian pada tanggal 10 November 1945 berkobarlah perlawanan rakyat dan pertempuran heroik pun meletus di Surabaya. kini, peristiwa tersebut diperingati sebagai Hari Pahlawan Nasional.
Peran Santri dalam Perjuangan Kemerdekaan
Di masa penjajahan. Pesantren dan santri tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga menjadi basis perjuangan melawan kolonialisme. Santri berperan aktif mengorganisir perlawanan, menjadi kurir dan penyedia logistik, bahkan terjun langsung berjuang di medan pertempuran.
Tokoh-tokoh besar seperti KH. Hasyim Asy’ari, KH. Ahmad Dahlan, KH. Wahid Hasyim, dan banyak ulama lainnya menjadi inspirasi nasionalisme yang berakar pada nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. Mereka menanamkan semangat cinta tanah air yang berpadu dengan iman, bahwa menjaga Indonesia sama halnya dengan menjaga amanah Allah.
Santri di Era Modern: Membangun Negeri
Peran santri tidak berhenti setelah Indonesia merdeka. Di era modern, santri terus bertransformasi menjadi agen perubahan sosial, pendidikan, kepemimpinan, hingga inovator di berbagai bidang.
Semangat “hubbul wathan minal iman” (cinta tanah air bagian dari iman) menjadi nafas perjuangan santri dalam menghadapi tantangan globalisasi dan disrupsi teknologi, dengan tetap menjaga moralitas dan nilai-nilai kebangsaan.
Pesantren kini bukan hanya tempat belajar kitab Al – Qur’an dan kitab kuning belaka, tapi juga menjadi pusat pengembangan ekonomi umat, teknologi, dan kewirausahaan. Banyak pesantren telah melahirkan start-up digital, koperasi, hingga program pemberdayaan masyarakat desa.
Makna Hari Santri Bagi Generasi Muda
Hari Santri menjadi momen refleksi bagi generasi muda untuk meneladani sikap tawadhu, disiplin, cinta damai, serta cinta tanah air. Santri masa kini harus mampu menggabungkan ilmu agama dan sains modern, menjadi generasi yang berakhlak sekaligus berdaya saing global.
Hari Santri bukan hanya milik kalangan pesantren, tetapi juga milik seluruh lapisan rakyat Indonesia. Semangat santri adalah semangat keikhlasan, perjuangan, dan pengabdian untuk bangsa. Dari pesantren lahir nilai-nilai luhur yang menguatkan karakter Indonesia: religius, nasionalis, dan cinta perdamaian.
“Selamat Hari Santri Nasional, santri hari ini adalah calon pemimpin bangsa di masa depan.” (Red)