
Tanggamus, Sinarlampung.co – Hujan deras yang mengguyur wilayah Cukuh Balak sejak Sabtu (6/9/2025) tidak hanya memicu banjir, tetapi juga mengakibatkan sejumlah titik jalan utama lumpuh total akibat tanah longsor. Kondisi ini membuat Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, praktis terisolasi hingga Minggu (7/9/2025).
H. Naimullah, warga asal Pulau Tabuan yang kini berdomisili di Tangerang, mengaku terpaksa menunda perjalanan pulang lantaran akses jalan terputus. “Saya harus membatalkan janji dengan rekan usaha karena tertahan di sini. Jalan benar-benar tidak bisa dilewati,” ujarnya.
Senada, Salman, sopir angkutan umum jurusan Cukuh Balak–Jakarta, juga mengalami nasib serupa. Ia mengaku terjebak di jalan sejak Sabtu malam. “Kami terpaksa bermalam di kendaraan. Longsoran tanah menutup jalan sepenuhnya,” ungkapnya.
Kepala BPBD Tanggamus melalui stafnya, Hendra, mengatakan pihaknya telah mengerahkan alat berat dan personel ke lokasi sejak Sabtu malam. “Upaya pembersihan jalur masih berlangsung. Namun, karena banyak titik longsor, proses ini tidak bisa cepat,” jelasnya.
Kondisi semakin parah lantaran semua akses alternatif ke Cukuh Balak ikut terputus, baik jalur via Kecamatan Limau maupun Kelumbayan Barat. Di Pekon Kacamarga, jalan menuju Pertiwi bahkan ambrol di dua titik.
Adnan, warga setempat, menuturkan kerusakan jalan di daerahnya bukan hanya akibat longsor, melainkan sudah lama terabaikan. “Jalan ini sudah lama rusak. Bupati sempat berjanji memperbaiki saat kampanye di Gedung, tapi sampai sekarang belum ada realisasi. Akhirnya, baru sekarang ambrol total,” ujarnya dengan nada kecewa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan akses jalan ke Cukuh Balak kembali normal. Warga berharap pemerintah daerah dan BPBD bergerak cepat membuka jalur, mengingat wilayah tersebut kini benar-benar terisolasi. (S.Kheir)