
Tanggamus, Sinarlampung.co – Mencuatnya uang titipan dugaan pengkondisian yang disebutkan oleh Asroli (karyawan honorer) korban dugaan penganiayaan oleh oknum Anggota DPRD Tanggamus inisial Az, sejumlah pihak saling bantah.
Dikatakan Asroli, dalam laporannya di Polres Tanggamus latar belakang dirinya diduga ditampar oleh Az lantaran kurangnya uang titipan yang diakuinya berasal dari salah satu Kasubbag Dinas Pendidikan Tanggamus berinisial D.
“Saya dititipi pak D, uang untuk diberikan kepada Az anggota DPRD dari Fraksi PDI Perjuangan sebesar Rp 10 juta. Setelah uang itu saya berikan kepada Az, disaat itu juga Az marah-marah dan menampar muka saya karena menurutnya uang tersebut berkurang,” terang Asroli, Jumat 8 September 2023.
Imbuhnya, “saya sudah menjelaskan kepada Az bahwa ada pesan dari D, uang yang diserahkan baru senilai Rp10 juta dan sisanya senilai Rp 5 juta, akan menyusul”
Disisi lain Az saat dikonfirmasi membantah 2 tuduhan terhadap dirinya. Walaupun tidak mengakui penganiayaan, ia mengatakan saat kejadian itu di dalam ruang sidang dan disaksikan oleh banyak orang.
“Tidak ada tamparan (penganiayaan), kejadian itu bukan di tempat sembunyi. Tapi di ruang sidang dan banyak saksi dewan yang melihat. Saya cuma nanya saja. Saya tidak merasa (menampar)” kata Az melalui sambungan telfon, Jumat 8 September 2023.
Selain membantah penganiayaan AZ kembali membantah adanya uang setoran yang tercantum di dalam laporan korban kepada pihak kepolisian.
“Enggak ada (pemberian uang). Langkah hukum saya, akan memberikan keterangan jika dipanggil Polres, namanya kita taat hukum,” pungkasnya.
Sementara itu, D juga membantah adanya titipan uang yang di berikan kepada Asroli untuk Az. D hanya membenarkan dirinya sering ke kantor DPRD untuk menanyakan jadwal Herring.
“Kapan saya memberikannya, saya enggak pernah, enggak merasa menitipkan uang tersebut kepada AS untuk diserahkan kepada anggota DPRD inisial Az, dan saya hanya memfasilitasi untuk data, koordinasi terkait waktu dan jam untuk Herring itu saja. Kalo terkait penganggaran saya enggak faham” kata D melalui sambungan telefon, Sabtu 9 September 2023. (Wisnu/*)