
Bandar Lampung (SL)-Seorang wanita ML (27), warga Kedamaian, Bandar Lampung bersama keponakannya yang masih pelajar SMA, diduga diculik dan disekap lalu dianiaya, mantan pacarnya, di area pemakaman (Kuburan China,red), Desa Tanjungsari, Kecamatan Natar Lampung Selata, Medio Jum’at 5 Agustus 2022 lalu.
Korban ML (27), yang menderita luka memar luka lecet, dan bekas sundutan rokot hingga diwajah, itu kemudian baru melaporkan kasusnya ke Polsek Natar, dengan nomor laporan B-467/VIII/SPKT/Polsek Natar/Polres Lampung Selatan.
Kasus penganiayaan terhadap korban sempat tidak diketahui keluarga, paslanya korban yang dikenal pendiam itu tidak menceritakan apa yang dialaminya.
“Kami baru tahu, saat dua hari ML tidak keluar kamar. Saat kami cek dikamar, wajahnya memamr, dan lebab di badan. Setelah didesak dia baru cerita kasus yang dialaminya,” kata SP, kakak kandung korban.
Dari keterangan ML, pagi hari sebelum kejadian sang mantan kekasih mengirim pesan melalui inbox dimedia sosial meminta untuk bertemu. Alasa pelaku, ingin mengembalikan barang dan perpisahan untuk terakhir kalinya.
Lantas ML-pun mengajak keponakannya MD, pria, yang masih pelajar SMA untuk menemai ML menemui pelaku di tempat yang sudah dijanjikan, yaitu pemandian air panas Natar. “Kami janjian untuk ketemu di pemandian air panas Natar. Saya ditemani oleh saudara sepupu saya, cowok masih SMA,” kata ML.
Setelah sampai dilokasi bukan barang yang dijanjikan akan dikembalikan. Tapi pelaku yang datang bersama temannya, diam diam mengancam MD sepupu ML dengan senjata tajam jenis celurit. “Dia mengancam akan melukai adik sepupu saya jika tidak menuruti kemaunnya,” ujar ML.
Karena khawatir atas keselamatan sepupunya, ML menuruti kemauan sang mantan tersebut. Kemudian ML dibawa ke area pemakanan Cina di desa Tanjung Sari, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.
Sementara sepupunya dibawa temannya ke daerah lain. “Di kuburan cina ini saya mendapatkan penganiayaan dengan cara, dipukul di dagu, ditangan, ditendang dan disundut rokok dibagian paha, hingga dipukul dengan gagal celurit,” kata ML.
Akibat peristiwa tersebut korban tidak hanya mengalami luka-luka, dan trauma psikis. “Sudah saya laporkan ke Polsek, dah sudah visum, berharap pelaku segera ditangkap,” katanya.
Sementara SP, mengatakan pihaknya sudah mendatangi Polsek Natar. Dan menurut petugas adiknya sudah keterangan hingga dua kali di Polsek. “Kami diminta menunggu. dan kami diminta menghadirkan saksi-saksi. Sementara pelaku justru masih berkeliaran,” kata SP.
Kapolsek Natar Kompol Enrico Donald Sidauruk, yang dikonfirmasi sinarlampung.co belum merespon konfirmasi. (Red)