
Bandar Lampung (SL)-Meski belum ada edaran Walikota Bandar Lampung terkait berubahnya level PPKM di Bandar Lampung. Petugas telah membuka penyekat enam titik di jalan protokol di Kota Bandar Lampung. Lalulalang kendaraan mulai normal seperti sebelum ada PPKM, Selasa 7 September 2021.
Bahkan tempat tempat usaha dan Pedagang Kaki Lima (PKL) mulai banyak yang kembali beraktivitas dengan terlihat tetap patuh memakai masker. “Alhamdullilah, bang, penyekatan Jalan Protokol sudah tidak ada lagi. Semoga wabah ini terus melandai sehingga kita bisa beraktivitas seperti semula,” kata Santo warga Teluk Betung, usai belanja di Tanjung Karang.
Sebelumnya, ada enam titik penyekatan, yakni di Jalan Kota Raja (Plaza Pos) untuk menutup akses koneksi ke Jalan Raden Intan II, Jalan Antasari yang terhubung ke Jalan Gajah Mada dan Jalan P. Tirtayasa di Kecamatan Tanjungkarang Timur.
Kemudian Jalan Wolter Monginsidi dengan koneksi akses ke MH Thamrin dan area perkantoran pemerintahan di Bandarlampung, Pos Satelit, Kecamatan Pahoman. Titik ini memiliki konektivitas dengan pusat Kota Bandar Lampung dan Kecamatan Panjang.
Terakhir Traffic light persimpangan Lungsir area Pemerintah Kota Bandarlampung, dan Traffic light Palapa yang berlokasi di persimpangan menuju Jalan RA Kartini.
Sementara terkait aturan-aturan baru dalam penerapan PPKM Level 3 luar Jawa-Bali, termasuk Kota Bandar Lampung yang di keluarkan Kemendagri bahwa kegiatan belajar belajar-mengajar dapat dilakukan tatap muka (PTM) dengan maksimal 50% dari kapasitas ruang kelas dan menerapkan prokes ketat.
Untuk Industri orientasi ekspor dan penunjangnya dapat beroperasi 100% dengan prokes ketat. Apabila ditemukan klaster persebaran covid-19, maka wajib tutup selama lima hari. Untuk restoran dapat melayani makan di tempat dengan maksimal pengunjung 50% kapasitas dan dilaksanakan dengan menerapkan prokes ketat.
Kepada Mall dan pusat perbelanjaan dapat beroperasi dengan 50% kapasitas. Jam operasional dibatasi sampai dengan pukul 20.00 WIB. Dan untuk tempat ibadah dapat menjalankan kegiatan keagamaan dengan 50% dari kapasitas. Khusus daerah yang menerapkan PPKM Level 4, tempat ibadah diizinkan menjalankan kegiatan keagamaan dengan kapasitas maksimal 25% atau paling banyak 30 orang.
Sebelumnya, pemerintah kembali memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) per level di Jawa-Bali. Perpanjangan PPKM dilakukan hingga 13 September 2021, yang disampaikan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi persnya, Senin 6 Sepetember 2021.
“Bapak Presiden menekankan covid-19 tidak akan hilang dalam waktu singkat, kita siapkan protokol hidup bersama covid-19. Ada beberapa penyesuaian dalam periode (PPKM) 7-13 September 2021. Misalnya, waktu makan menjadi 60 menit dengan kapasitas 50% akan dilakukan uji coba 20 tempat wisata level 3 dengan penerapan prokes ketat dan implementasi peduli lindungi,” kata Luhut.
Menurut Luhut situasi perkembangan covid-19 di Jawa-Bali terus terkendali. Sebagai informasi tambahan, Kemenkes melaporkan per Senin 6 September 2021 kasus baru Covid-19 pada hari ini tercatat 4.413 orang.
Dalam seminggu terakhir, lanjutnya rata-rata pasien positif corona bertambah 7.884 orang per hari.Jauh menurun ketimbang rerata tujuh hari sebelumnya yaitu 13.482 orang saban harinya.
Puncak kasus positif harian terjadi pada 15 Juli 2021. Kala itu, pasien positif bertambah hingga 56.757 orang dalam sehari.
Sejak puncak itu, kasus positif sudah turun drastis, dibandingkan posisi puncak tersebut dengan kemarin, tambahan pasien positif sudah berkurang 90,48%. Pencapaian yang patut mendapatkan apresiasi. Saat pasien baru berkurang, jumlah pasien yang sembuh meningkat.
Per 5 September 2021, pasien sembuh bertambah 10.191 orang. Dalam beberapa waktu terakhir, jumlah pasien sembuh selalu lebih tinggi ketimbang pasien baru. Ini membuat angka kasus aktif terus berkurang. Kasus aktif adalah pasien yang masih dalam perawatan, baik di fasilitas kesehatan maupun mandiri.
Data ini memberi gambaran seberapa berat beban yang ditanggung oleh sistem pelayanan kesehatan sebuah negara. Per 5 September 2021, jumlah kasus aktif corona di Indonesia tercatat 155.519 orang, berkurang 5.180 orang dari hari sebelumnya.
Ini adalah angka terendah sejak 22 Juni 2021.Laju vaksinasi anti-virus corona pun semakin cepat. Per 4 September 2021, jumlah vaksin yang sudah disuntikkan ke lengan rakyat Ibu Pertiwi mencapai 104.384.321 dosis.
Indonesia jadi negara dengan jumlah vaksinasi terbanyak keenam di dunia. Di level Asia, Indonesia menempati peringkat ketiga, hanya kalah banyak dari India dan Jepang. Perkembangan pandemi Covid-19 memang semakin terkendali. Namun, nampaknya pemerintah belum akan menghilangkan kebijakan PPKM, lantaran situasinya masih bersifat dinamis. (Red)