
Tanggamus (SL)-Exsel (10), bocah penyandang distabilitas, cacat sejak lahir akibat menderita gizi buruk yang tidak ditangani secara baik. Keterbatan ekonomi, dan hidup di tengah keluarga yang tidak mampu hingga tidak dapat pengobatan maksimal. Dia berharap bertemu Bupati Tanggamus untuk minta mobil mainan. Hal ini di ungkapkan Exsel di kediamannya di Pekon Kalirejo, Wonosobo, Selasa 3 Maret 2020.
“Saya ingin ketemu ibu Bupati Tanggamus, mau miinta belikan mobil mobilan,” kata Exsel, yang cacat sejak usia 2 tahun, dan di tinggal oleh kedua orang tuanya merantau. Kini exsel hidup bersama Neneknya Tentrem (50) di rumah dindinga kayu sederhana. Untuk kebutuhan sehari-hari, nenek exsel bekerja membuat sapu lidi untuk di jual dengan penghasilan hanya Rp50 perbulannya.
Sementara untuk kebutuhan lainnya keluarga ini mengharapkan kiriman dari sang ibu exsel yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di kota. “Ibu exsel pergi bekerja sejak usia exsel 2 tahun, untuk kebutuhan sehari-hari saya jualan sapu lidi sebulan kadang cuma dapat Rp50 ribu, cukup tidak cukup ya kita jalani,” ucap Tentrem, dikediamannay.
Untuk berpindah, exsel harus bersusah payah merangkak dengan bertumpu kedua tangannya, dan untuk mengangkat tubuhnya supaya bisa bergeser. Dan untuk membantu berdiri, pamannya membuatkan sandaran yang terbuat dari paralon yang di rakit dan di berikan roda, sehingga saat berdiri bisa di geser. “Untuk belajar jalan, pamannya membuatkan anjang-anjang dari pipa paralon dan di beri roda,” kata Tentrem.
Kepada pemerintah Tentrem, hanya berharap agar pemerintah Kabupaten Tanggamus memberikan bantuan kursi roda dan kebutuhan lainya yang di perlukan oleh cucunya. “Saya sih berharap pemerintah membantu kursi roda dan kainya keoada cucu saya,” imbuhnya.
Walapun cacat fisik dan hidup serba kekurangan, exsel tergolong anak yang cerdas dan mudah berkomunikasi. Hal ini ditunjukan dengan menyatakan keinginannya bersekolah dan bercita-cita ingin menjadi peternak sapi. “Saya pingin sekolah dan bermain dengan banyak kawan, dan kalau sudah pintar dan besar nanti saya pingin jadi peternak sapi,” ucap Exsel kepada sinarlampung.co.
Dengan segala kekurangan, exsel adalah salah satu anak penyandang distabilitas yang ada di kabupaten Tanggamus yang sangat membutuhkan perhatian dan uluran tangan dari pemerintah, guna memenuhi kebutuhan hidup mereka. (Hardi)